Syiah dan Sunni Akan Bersatu Jika Tidak Ada Amerika

Posted on Updated on


Assalamualakum wr wb

Saat ini banyak orang orang dari golongan Sunni yang mengatakan bahwa Iran dan Syiah itu sesat dan beda aqidah. Benarkah demikian ? Sebelumnya akan kita bahas dulu tentang aqidah.

Aqidah itu adalah keyakinan. dalam Aqidah itu ada Ushul (Pokok) dan ada Furu’ (cabang). Kalau perbedaannya Ushul, seperti Tuhannya beda, Kitabnya beda, Nabinya beda, baru itu beda Aqidah.

Tapi kalau Tuhannya masih Allah, masih beriman kepada Malaikat, masih membaca Al Qur’an, mengikuti Nabi Muhammad sebagai Nabi terakhir, beriman kepada Hari Akhir, beriman kepada Qadha dan Qadar, itu masih Aqidah Islam. Sunni memang beda dengan Syi’ah. Namun keduanya bagian dari Islam.

 Aqidah Islam menurut paham Sunni, tertuang dalam 6 Rukun Iman. Selama meyakini 6 Rukun Iman tsb misalnya meyakini Allah sebagai satu2nya Tuhan, berarti aqidahnya masih sama.

Pada suatu hari kami (Umar Ra dan para sahabat Ra) duduk-duduk bersama Rasulullah Saw. Lalu muncul di hadapan kami seorang yang berpakaian putih. Rambutnya hitam sekali dan tidak tampak tanda-tanda bekas perjalanan. Tidak seorangpun dari kami yang mengenalnya. Dia langsung duduk menghadap Rasulullah Saw. Kedua kakinya menghempit kedua kaki Rasulullah, dari kedua telapak tangannya diletakkan di atas paha Rasulullah Saw, seraya berkata, “Ya Muhammad, beritahu aku tentang Islam.” Lalu Rasulullah Saw menjawab, “Islam ialah bersyahadat bahwa tidak ada tuhan kecuali Allah dan Muhammad Rasulullah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan, dan mengerjakan haji apabila mampu.”

Kemudian dia bertanya lagi, “Kini beritahu aku tentang iman.” Rasulullah Saw menjawab, “Beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir dan beriman kepada Qodar baik dan buruknya.”

Orang itu lantas berkata, “Benar. Kini beritahu aku tentang ihsan.” Rasulullah berkata, “Beribadah kepada Allah seolah-olah anda melihat-Nya walaupun anda tidak melihat-Nya, karena sesungguhnya Allah melihat anda.

Dia bertanya lagi, “Beritahu aku tentang Assa’ah (azab kiamat).” Rasulullah menjawab, “Yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya.” Kemudian dia bertanya lagi, “Beritahu aku tentang tanda-tandanya.” Rasulullah menjawab, “Seorang budak wanita melahirkan nyonya besarnya. Orang-orang tanpa sandal, setengah telanjang, melarat dan penggembala unta masing-masing berlomba membangun gedung-gedung bertingkat.” Kemudian orang itu pergi menghilang dari pandangan mata. Lalu Rasulullah Saw bertanya kepada Umar, “Hai Umar, tahukah kamu siapa orang yang bertanya tadi?” Lalu aku (Umar) menjawab, “Allah dan rasul-Nya lebih mengetahui.” Rasulullah Saw lantas berkata, “Itulah Jibril datang untuk mengajarkan agama kepada kalian.” (HR. Muslim)

Baca selengkapnya di: http://media-islam.or.id/2008/09/15/inti-ajaran-islam-iman-islam-dan-ihsan/

Saat terjadi pemberontakan Mu’awiyyah terhadap Khalifah Ali, Islam memang terbagi 3 karena faktor politik: Sunni (pengikut Mu’awiyah dan Muslim yang netral), Syi’ah Ali (Pengikut Ali), dan Khawarij. Itu terjadi di zaman Sahabat. Aqidah mereka, ibadah mereka masih sama. Aqidah Islam. Seiring perjalanan waktulah baru perbedaan makin membesar. Tapi jika dakwah terus dilakukan, insya Allah perbedaan tidak membesar.

Mana yang lebih lebih bahaya? Yahudi (Israel) dan Nasrani (AS) apa Syi’ah (Iran)? Siapa yg membantai ummat Islam di Afghanistan, Iraq, dan Yaman serta Afghanistan? Israel dan AS apa Iran? Siapa yg suka menghina Allah, Al Qur’an, dan Nabi Muhammad? Yahudi dan Nasrani apa Syi’ah? Siapa yang dikutuk Allah sebagai Yg Dimurkai (Maghdub) dan Yg Sesat (Dholliin) di Al Fatihah? Yahudi dan Nasrani apa Syi’ah? Siapa yg harus kita lawan sekarang? Yahudi dan Nasrani apa Syi’ah? Sunni dan Syi’ah memang beda. Tapi keduanya Tuhannya sama, Kitabnya sama, dan Nabinya sama. Keduanya beda. Saat ini keduanya di depan Ka’bah sholat dan thawaf bareng. Apa sekarang harus berkelahi dan saling bunuh di depan Ka’bah?
http://kabarislam.wordpress.com/2011/12/31/ketika-as-dan-israel-menyerang-iran-anda-memihak-siapa/

Apakah Sunni dan Syi’ah tak mungkin bersatu?

Yang berpendapat begitu dangkal pemahamannya tentang Islam. Pertama dalil Al Qur’an dan Haditsnya tidak ada. Jadi itu bid’ah. Yang kedua, ternyata di Timur Tengah bisa bersatu. Yasser Arafat (Sunni) pemimpin PLO akrab dengan Imam Syi’ah Khomeini. 

Suriah dan Iran yang pemimpinnya Syi’ah membantu bukan cuma milisi Hizbullah yang Syi’ah. Namun juga Hamas yang Sunni. Saat negara-negara Arab yang Sunni menolak memberi kantor Hamas karena Hamas dicap teroris oleh AS dan Israel, pemerintah Suriah memberikan Hamas kantor pusat di Damaskus sehingga pemimpin Hamas bisa tinggal di sana dengan aman. Bebas dari ancaman penculikan dan pembunuhan agen-agen Israel. Baru November 2012 saat Hamas tidak mendukung Pemerintah Suriah saat terjadi pemberontakan, baru Suriah mengusir Hamas dari situ. Foto-foto pemimpin Hamas Khaled Meshaal merupakan bukti Sunni dan Syi’ah bisa bersatu.

Sunni tidak perlu jadi Syi’ah, dan Syi’ah tak perlu jadi Sunni. Sebab kalau dipaksakan, nanti malah tidak karuan. Biar masing-masing jadi ISLAM yang baik sesuai dengan pahamnya. Yang penting jangan saling bunuh dan diadu-domba. Kalau para Mujahid Sunni seperti Yasser Arafat, Syeikh Ahmad Yassin, Khaled Meshaal, dsb bisa bekerjasama dgn para pemimpin Syi’ah seperti Khomeini dan Khamenei melawan Israel, mengapa yang lain tidak?

Jika kita belajar sejarah Islam, kita akan tahu bahwa ummat Islam (Sunni dan Syi’ah) pernah bersatu. Jadi tidak benar slogan Sunni dan Syi’ah tidak mungkin bersatu. Contohnya di zaman Khalifah Ali, bukankah seluruh Muslim entah itu Sunni dan Syi’ah bersatu dgn Khalifah Ali sebagai pemimpinnya?

Bukankah saat ada Imam Ja’far Ash Shiddiq yang merupakan guru dari Imam Malik dan Imam Abu Hanifah, baik Sunni dan Syi’ah menghormati Imam Ja’far Ash Shiddiq? Keduanya memanggil Ja’far dgn sebutan IMAM. Murid Imam Ja’far Imam Malik membentuk Mazhab Maliki sementara Imam Abu Hanifah membentuk Mazhab Hanafi. Anehkah jika gurunya, Imam Ja’far tidak bisa membentuk Mazhab Ja’fari?

Saat ini penganut Mazhab Maliki dan Hanafi masing2 sekitar 250 juta orang, sementara Mazhab Ja’fari sekitar 120 juta orang. Wajar jika guru memarahi seorang muridnya yg menghina sahabat. Tapi tak bisa kita sama-ratakan bahwa semua pengikut mazhab Ja’fari adalah kafir karena menghina sahabat.

Sunni memang beda dengan Syi’ah. Tapi itu bukan berarti harus berkelahi dan saling bunuh. Mereka bisa hidup rukun dan damai. Buktinya saat orang umrah atau berhaji ke Mekkah, di sana Sunni dan Syi’ah bisa thawaf bersama. Sholat bersama. Tidak berkelahi dan saling bunuh di depan Ka’bah bukan?

Bahkan Raja Arab Saudi, Abdullah, yang katanya beberapa media merupakan Anti Syi’ah pun beberapa kali bertemu dengan pemimpin Syi’ah seperti Ahmadinejad:

Raja Abdullah dan Ahmadinejad

Dari sini kita bisa memahami sebetulnya bahkan Raja Abdullah dari Arab Saudi yang sebetulnya ingin bersatu dengan sesama Muslim lain termasuk Syi’ah. Namun karena Amerika Serikat begitu kuat dan ada Kedubes dan Pangkalan Militer AS di sana, begitu AS bilang harus memusuhi Iran dan Syi’ah, ya harus dilakukan. Karena jika tidak AS bisa membunuhnya sebagaimana Raja Faisal yang ditembak mati pada tahun 1975 karena menentang AS.

Memang ada Syi’ah yang kafir yang menTuhankan Ali dan menghina sahabat dan istri Nabi. Tapi tidak semua Syi’ah begitu. Bahkan menurut Syi’ah mainstream, mereka itu sesat.

Nih ada beberapa bukti bahwa Syiah dan Iran tidak berlainan aqidah dengan Sunni dan ingin bersatu dan bersama umat islam yang lainnya.


Presiden Iran, Ahmadinejad juga pernah mengatakan bahwa barang siapa yang menghina sahabat rasululah maka ia akan menjadi musuh Iran. “Dari tribun ini saya tegaskan bahwa barang siapa di mana pun ia berada menghina sahabat Rasulullah saw, maka ia bukanlah seorang muslim dan tidak bergerak di atas jalan Islam. Ia tidak lebih hanyalah kaki tangan dan alat mainan musuh-musuh asing.”itulah sepenggal pernyataan dari Presiden Iran Ahmadinejad.

Sementara itu, Imam Ali Khamenei, mengatakan:

Menyinggung dan melukai perasaan sesama Mukmin adalah tindakan terlarang dalam agama. Apalagi jika kita meletakkan masalah ini dalam konteks persatuan ummat Islam. Saling mencaci dan saling menuduh antara kelompok Sunni dan Syiah adalah salah satu hal yang sangat diinginkan musuh Islam. Jika kalian mencerca para Sahabat Nabi atau melakukan tindakan apapun yang bisa diartikan sebagai pelecahan terhadap kepercayaan orang-orang Sunni, pihak yang paling senang adalah setan dan musuh Islam.”

Teramat jelas pandangan kedua ulama Syiah itu. Tidak mungkin ada celah untuk menyelewengkan maksud dari ucapan keduanya. Intinya adalah satu: bagi  orang Syiah, mencerca para Sahabat adalah tindakan terlarang secara agama.

http://ahlulbaitindonesia.org/index.php/tanya-jawab/1016-larangan-memcerca-sahabat-nabi.html

Sayid Ali Khamenei, Pemimpin Spiritual dari Iran, menerbitkan sebuah fatwa yang mengharamkan perlakuan buruk terhadap istri Nabi, Ummul mukminin Aisyah dan melecehkan simbol-simbol (tokoh-tokoh yang diagungkan) ahlusunah waljamaah.

http://satuislam.wordpress.com/2012/05/14/fatwa-sayid-khamanei-larangan-mencaci-sahabat-dan-simbol-simbol-ahlussunnah/

Lihat sumber-sumber dari Syi’ah menyatakan bahwa Imam Syi’ah Ali Khamenei mengharamkan menghina sahabat dan istri Nabi. Kalau sumber-sumber dari Wahabi menyatakan Syi’ah itu menghina istri dan sahabat Nabi, mungkin benar untuk 10% Syi’ah Takfiri yang didanai Yahudi dan Nasrani. Tapi tak bisa dipakai untuk menggeneralisasi semua Syi’ah menghina sahabat dan istri Nabi.

Ini ada 1 contoh “Ulama Syi’ah”. yang menghina sahabat dan istri Nabi yang memang sengaja dibentuk CIA untuk memecah-belah Islam. Ulama “Syi’ah” penghina sahabat dan istri Nabi ini, sebaiknya para Wahabi termasuk Syekh Arifi membunuhnya waktu ada di Inggris. Bukan malah jadi promotornya dengan menyebar2 videonya ke seluruh dunia:

Lalu, Siapa Yasser al-Habib?

Pernah, seorang pengunjung blog berkomentar mengenai tidak mungkinnya persatuan Syiah dan suni karena masih adanya caci-maki terhadap sahabat dan istri Nabi. Dalam komentarnya, dia juga memberi link sebuah video di YouTube untuk “membuktikan” klaim tersebut. Saya buka video tersebut dan tulisan di awal video adalah “YASIR AL-HABIB, di antara ulama Syiah yang terkemuka di abad 20.”

Saya membalas komentarnya begini, “Yasir Al-Habib? Ulama terkemuka abad 20? Terlalu berlebihan. Saya kasih contoh yang terkemuka: Ayatullah Khamenei, Ayatullah Sistani, Syekh Subhani, Husein Fadhlullah, dll.” Jadi, siapa Yasir Al-Habib?

Yasser al-Habib, begitu transliterasi dalam bahasa Inggrisnya, dilahirkan di Kuwait pada tahun 1979—masih muda untuk jadi ukuran ulama “terkemuka”. Dia adalah lulusan Ilmu Politik Universitas Kuwait, artinya tidak ada latar belakang keilmuan hauzah ilmiah. Pandangannya dalam agama sangat ekstrim, termasuk mengenai sejarah wafatnya Fatimah putri Nabi saw. yang kerap kali kecaman dialamatkan kepada Khalifah Abu Bakar, Umar serta Ummulmukminin Aisyah ra. Makiannya yang dilakukan dalam sebuah ceramah tertutup ternyata tersebar dan membuatnya dipenjarakan oleh pemerintah Kuwait pada tahun 2003.

Belum setahun, ia dibebaskan di bawah pengampunan Amir Kuwait (menurut pengakuannya dia bertawasul kepada Abul Fadhl Abbas), namun beberapa hari kemudian ditangkap lagi. Sebelum dijatuhi hukuman selama 25 tahun, ia pergi meninggalkan Kuwait. Karena tidak mendapat izin dari pemerintah untuk tinggal di Irak dan Iran, ia mendapat suaka dari pemerintah Inggris.

Hubungannya dengan Mesir, Iran, dan sebagian besar ulama Syiah nampaknya tidak harmonis. Dalam situsnya, ia kerap kali mengecam ulama rujukan sekelas, Imam Khomeini dan Ayatullah Ali Khamenei, bahkan tidak menganggapnya sebagai mujtahid dan marja’. Jadi bisa dikatakan bahwa Yasser Al-Habib sangat tidak merepresentasikan mayoritas ulama Syiah yang menghendaki persatuan dan perbaikan umat muslim. Tidak adil jika Anda mengutip pendapatnya dan menuliskan bahwa itu adalah pandangan (mayoritas) pengikut Syiah, padahal hanyalah pandangan pribadinya. Dan karena itu kita perlu waspada dan mengetahui mengenai rancangan CIA dalam menghancurkan umat Islam dengan cara membuat ulama palsu.

Ini pendapat Ulama Sunni tentang Syi’ah:

Menurut mayoritas Ulama Ahlus Sunnah Wal Jama’ah, tidak semua Syi’ah itu sesat. Ada pula yg lurus. Di antara yg berpendapat begitu: Habib Rizieq Syihab, Yusuf Qaradhawi, Mufti Mesir Ali Jum’at, Syekh Al Azhar Tantawi, Din Syamsuddin, Hasyim Muzadi, Quraisy Syihab, Said Agil Siradj, dsb. Kalau kafir, tentu jemaah haji Syi’ah asal Iran tidak boleh berhaji ke Mekkah.

Ada lagi yang menulis Syi’ah punya Ka’bah sendiri di Iran lengkap dengan fotonya bahkan ada pula Videonya. Padahal itu cuma Stadion Olahraga yang dijadikan tempat Manasik Haji agar orang bisa berhaji, terutama Thawaf dengan benar. Di Indonesia juga banyak foto seperti itu. Ini dia:

Kabah Buatan

Jadi cuma orang orang tukang fitnah saja yang mengatakan bahwa iran punya ka’bah asli sendiri dan semua orang iran sesat. jadi kita harus hati hati terhadap mereka.

Nih juga ada gambar yang saya ambil dari salah satu blog, disini umat syiah sikapnya biasa saja seperti umat sunni.

Syi'ah di Masjid Nabawi

Jadi kesimpulannya kita harus berhati hati terhadap media media masa baik cetak maupun elektronik, terutama media milik barat karena bukan tak mungkin media tersebut berisi propaganda dan Fitnah.

Wasalamualaikum wr wb

 

 

sumber : http://kabarislamia.com/2013/02/09/sunni-dan-syiah-beda-aqidah-dan-tak-mungkin-bersatu/

 

Iklan

4 thoughts on “Syiah dan Sunni Akan Bersatu Jika Tidak Ada Amerika

    Johne471 said:
    April 9, 2015 pukul 08:15

    Outstanding post, you have pointed out some fantastic points, I as well think this is a very great website. dgkdggkdkegf

    Suka

    iwan said:
    Desember 3, 2015 pukul 07:31

    Sangat memprihatinkan kondisi islam saat ini ….
    Mudah mudahan allah selalu melindungi kita yg tetap bersahadad … Aminnn

    Suka

Silahkan yang mau komentar... tapi ingat ! yang sopan ya :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s