Analisis Perang Rusia VS Amerika

Posted on Updated on


bom nuklir

Rusia dan Amerika, dua negara adidaya yang yang menjadi rival sejak dulu. Rusia sebagai anak terbesar dari Uni Soviet tentulah mewarisi sebagian besar kekuatan Uni Soviet di masa lalu. jika antara Rusia dan Amerika terjadi perang mungkin inilah saat yang ditunggu Amerika untuk mengulang kesuksesan di masa lalu dalam melawan Uni Soviet dan hal ini tentu akan menjadi ajang pembuktian bagi Rusia untuk menunjukan kekuatan sang pewaris terbesar Uni Soviet. Lalu bagaimana analisis jika terjadi perang antara kedua negara besar ini ? berikut reviewnya.

global_fire_power_sm2

Dari data diatas dapat diketahui bahwa Rusia unggul di darat dan Amerika unggul di laut dan udara. Jika ada perang antara mereka tentunya Amerika dan Rusia tidak akan mendapat bantuan dari sekutu mereka. Rusia kemungkinan akan dibantu oleh Cina, Iran, Suriah, India, Pakistan, Korea Utara, Afrika Selatan, Vietnam dan Brazil, Kirgistan, Turmenistan, Azerbaijan serta beberapa milisi seperti Hezbullah. Sementara Amerika akan dibantu oleh NATO, Korea Selatan, Singapura, Israel dan Australia. Menurut perkiraan saya jika konflik diantara mereka pecah maka beberapa anggota NATO seperti Turki akan berbelok dan negara netral seperti Libya dan Mwsir  dan lain lain akan berbelok ke Rusia.

Di darat kubu Rusia akan mengeluarkan tank T 90 dan T 14 yang akan dibackup oleh Zulfiqar, T 72, dan beberapa jenis tank produksi Pakistan dan Cina. Sementara di kubu barat mereka akan bertumpu pada Abrams, Leopard, Merkava, Challenger dan tank lainnya. Di darat sudah pasti pasukan kubu Amerika akan menemui masalah yang sangat besar mengingat jumlah pasukan mereka kalah telak bila dibandingkan dengan pasukan kubu Rusia belum lagi kemampuan perang gerilya dari kubu Rusia yang akan disokong oleh Hezbullah, Garda Revolusi Islam Iran dan Vietnam yang terkenal dengan taringnya di perang gerilya. Dalam perang di darat kemungkinan besar pasukan koalisi Rusia yang akan mendapatkan kemenangan.

ZULFIQAR

Perang di udara juga tidak kalah seru dibandingkan perang di darat. Kubu Rusia akan mengandalkan Su 27. Su 30, Su 35, T 50 Pakfa, Su 34, Mig 35, Mig 29, Tu 160 dan Tu 95. Selain itu kemapuan udara Rusia juga akan dibackup oleh J 20, J 31. JF 17, J 15, Saeqh. F14, Tucano dan lain lain. Di kubu Amerika akan mengandalkan F 15, F 16, F18, F 22. F 35, B 2, B 52 yang akan dibackup oleh Rafale, Typhoon, Golden Eagle, Harrier, dan mungkin juga Gripen. Dari segi jumlah memang jumlah Aircraft Amerika yang unggul tapi sebagian besar jumlah Aircraft Amerika hanyalah Drone saja. Di perang udara ini kemampuan perang elektronik sangat mutlak diperlukan, siapa yang dapat melakukan perang elektronik lebih kuat dan dapat menahannya maka dialah yang unggul. Pesawat generasi ke 5 Amerika yaitu f 22 dan F35 akan berhadapan dengan T 50, J 20 dan J 31 Cina. Di udara ini pula akan ada adu kemapuan amtara Apache AH 64 melawan Kamov Ka 52. Di sini kemapuan antara S 400 dan Patriot akan diuji. Selain itu sangat dimungkinkan akan terjadi perang nuklir, jika perang nuklir itu benar benar terjadi sangat mungkin blok timur akan memakai Satan dan Topol sebagai perata daratan Amerika. Sementara Amerika juga telah banyak memasang sistem penangkis misil balistik di sekitar Eropa.Di Perang udara juga akan menjadi ajang bagi Cina untuk memamerkan misil penghancur satelitenya. Amerika juga tak mau ketinggalan untuk memakai senjata canggihnya yaitu alat pengendali cuaca walaupun Rusia juga dikabarkan memiliki alat itu sisa peninggalan Uni Soviet . Untuk perang di udara kemungkinan peluang menang diatara dua negara adalah 50 VS 50.

Rudal Rafael Spyder, salah satu andalan Singapura dalam pertahanan udara

Perang di laut juga tak kalah seru, amerika yang memiliki banyak kapal induk yang akan dibantu kapal induk negara negara NATO akan lebih mudah dalam melakukan invasi. Sementara Rusia akan mengandalkan satu satunya kapal induknya yang masih aktif yaitu Admiral Kutznetsov yang akan dicover oleh 1 kapal induk Cina, 2 kapal induk India dan 1 buah dari Brazil. Untuk perang di laut luas sudah hampir bisa dipastikan bahwa Amerika yang akan menang dikarenakan jumlah armada lautnya yang luar biasa. Untuk perang di laut sempit dan dangkal Rusia dapat bernafas lega karena kehadiran ratusan kapal patroli mili dipandu misil anti kapal induk dan kapal selam mini milik Iran yang akan menghancurkan armada kapal induk Amerika saat mendekati laut dangkal. Untuk perang di laut dangkal sudah hampir dipastikan pasukan Rusia yang akan menang. Untuk perang di laut dapat disimpulkan bahwa kemungkinan Amerika untuk menang adalah 60 % dan Rusia 40 %.

Laser Weapon System

Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa jika terjadi perang antara Rusia dan Amerika maka Rusia kan meraih kemenangan dengan perbandingan 55 % vs 45 % walaupun banyak armada dan fasilitas Rusia dan koalisinya yang akan hancur. Tapi bukan berarti Amerika dan Sekutunya tidak akan memberikan kejutan.

 

Iklan

41 thoughts on “Analisis Perang Rusia VS Amerika

    Toriq Toriq said:
    Oktober 8, 2015 pukul 18:37

    Saya yakin, apabila terjadi perang antara Rusia dan Amerika, maka yang menang pasti Rusia karena menurut saya persenjataan yang dimiliki negara bekas Uni Soviet itu jauh lebih canggih dibandingkan Amerika, setahu saya Rusia memiliki pesawat tanpa awak yang bernama S5000 yang tidak bisa dideteksi oleh Amerika dan pesawat itu bisa membawa 2 nuklir sekaligus. Dan China juga turut membantu Rusia. Karena China dan Rusia sudah lama bersekutu atau bersahabat. Kalahkan Amerika dan sekutu-sekutunya. Saya dukung Rusia.

    Suka

      yogaputra932 responded:
      Oktober 11, 2015 pukul 06:31

      komentar anda banyak yg asal…..

      Suka

      Anonim said:
      Oktober 19, 2016 pukul 00:01

      Jngn Ngawur Dek Mana Ada Drone S5000?? Begooo

      Suka

    Toriq Toriq said:
    Oktober 8, 2015 pukul 18:42

    Dan saya yakin, Rusia atau China akan menjadi pemimpin dunia, setelah Amerika!

    Suka

    Toriq Toriq said:
    Oktober 8, 2015 pukul 18:48

    Amerika tidak selamanya menjadi negara yang super kuat, sesuatu saat nanti Amerika pasti akan lemah.

    Suka

    ongkydh said:
    Oktober 14, 2015 pukul 00:00

    Yang bakalan menang tiupan sangkakala. Semua musnah.

    Suka

      yogaputra932 responded:
      Oktober 14, 2015 pukul 08:01

      -_- yaiyah kalau itu tp ini kan ttg perang bukan kiamat

      Suka

      Anonim said:
      Januari 20, 2016 pukul 05:56

      Tentu y rusia dong yg menang

      Suka

    shredder said:
    Oktober 28, 2015 pukul 01:04

    logika aja. rusia sekarang sudah terkepung. penulis lupa menuliskan JEPANG.
    Vietnam sekutu Rusia?
    Jangan salah, sekarang ini Vietnam sedang bermasalah dgn China terkait klaim laut china selatan.
    Dan juga negara asia tenggara lainnya seperti Thailand dan Indonesia harusnya juga jengah dgn klaim sepihak dari China.
    Saya yakin Perang akan meluas ke wilayah Timur, dimana Jepang dan China akan menjadi pemeran utama nya.
    Sedangkan di SEMENANJUNG KOREA, bara dalam sekam akan meledak.
    Dan baik amerika maupun rusia akan lepas tangan karena tentunya mereka akan sibuk dgn their own war.
    India dan Pakistan akan jadi sekutu rusia?
    Wait a second.
    2 negara ini adalah ibarat kucing dan anjing sejak Pakistan dan kashmir melepaskan diri dari India
    Jadi sangat imposible jika mereka akan menghadapi musuh yg sama jika dilihat masa lalunya.
    Untuk kawasan timur tengah, ini yg paling seru.
    Di sini masuk kawasan GREY AREA.
    Karena jika terjadi perang dunia, otomatis kebutuhan minyak dan energi akan berlipat ganda.
    Ingat, Arab Saudi dan UEA memainkan standard ganda terkait ISRAEL dan SYI’AH.
    Sebagai penganut faham Wahabi yg terbesar di dunia, mereka sangat membenci faham SYI’AH.
    Tapi mereka juga membenci Israel terkait konflik dengan Palestina.
    Meskipun faktanya, mereka mengijinkan Amerika untuk membangun pangkalan militer nya yg bertebaran di timur tengah.
    Kepada siapa Arab Saudi dan UEA akan berpihak?
    Kemungkinan mereka akan netral, tapi tetap memberikan supply minyak kepada amerika.
    Karena faktor MUAMALAH ekonomi yg sudah terjalin sangat kuat antara negara2 jazirah arab dengan amerika.
    Jangan terlalu melihat faktor teknis ketika kita membahas perang.
    Faktor teknis itu cuma tools yg menurut saya perannya gak ada 10 persen dlm memenangkan perang.
    Yang paling penting dalam perang adalah POSISI SUATU NEGARA KETIKA PERANG ITU DIMULAI.
    Ini sangat penting perannya, bahkan menurut saya 98persen hasil perang ditentukan oleh posisi ini.
    Ingat Jerman punya teknologi perang yg hebat di PD 2.
    Tapi mereka terjepit di 2 front, sehingga harus lempar handuk.
    Jerman sudah kalah perang ketika mereka membuka front timur dgn Rusia.
    Padahal front barat belum mereka kuasai.
    Dan juga pengalaman amerika di Vietnam.
    Bagaimana kebodohan amerika yg melakukan operasi militer yg membabi buta di indochina mmbuat mereka juga harus menghadapi Myanmar, Kamboja dan Laos yg akhirnya ikut terseret perang.
    Endingnya kita juga tahu kan, akhirnya amerika menghadapi perang yg berkepanjangan, sampai akhirnya kongres amerika memutuskan untuk menarik pasukannya dari vietnam. Dan harus menandatangani perjanjian Paris.

    Sekarang kita lihat posisi Rusia.
    Negara2 besar di Eropa Timur termasuk Polandia sudah menjadi sekutu Amerika.
    Bahkan amerika sudah menanam silo2 yg berisi interceptor untuk menghadang ICBM nya rusia.
    Secara posisi, bisa dikatakan Rusia terjepit.
    Baik dari Darat, Laut dan Udara.
    Tapi bukannya tidak mungkin ada satu dua ICBM yg lolos dari interceptor nya amerika.
    Amerika jelas ada wilayahnya yg hancur dan korban pastinya juga banyak.
    Tapi daratan Rusia dan eropa akan mengalami kehancuran 100 kalo lipat, dikarenakan KONSENTRASI PERANG AKAN TERJADI DI BENUA EROPA.

    Overall, Akan terjadi 3 front di sini.
    Front Eropa antara Rusia vs Amrika dan NATO.
    Front Asia Timur antara China vs Jepang.
    Dan front Semenanjung Korea antara Korut vs Korsel.

    Untuk front Eropa, dengan berat hati saya harus mengatakan Rusia harus sadar diri dengan posisinya saat ini.
    Karena menghadapi aliansi Jerman, Inggris dan Perancis saja akan memberikan masalah yg sangat besar bagi Rusia.
    Apalagi bagaimana jika ditambah dengan Amerika?
    Saya berani bilang peluang Rusia untuk menang cuma 10 persen.

    Bagaimana di front Asia Timur?
    Secara kuantitas China jelas lebih unggul.
    Tapi ingat, pada PD2 China dikangkangi oleh Jepang yg penduduknya gak ada seperempatnya pendduk China.
    Padahal udah dibantu sama Inggris lho persenjataannya.
    Jepang ini sedang tertahan teknologi perangnya karena pembatasan jumlah tentara dan juga senjata, dikarenakan kalah perang di PD2 lawan Amerika.
    Bagaimana jika amerika memberikan keleluasaan bagi Jepang utk membangun teknologi perangnya demi menghadapi China?
    Tentunya akan sangat menarik, karena sampai saat ini yang punya TEKNOLOGI ROBOT TERBAIK ADALAH JEPANG.
    Bukan tidak mungkin Gundam, Ultraman dan juga Godzilla akan mememuhi daratan China. hehehe.. Relax dulu bro biar gak tegang.
    Peluang keduanya secara kasat mata, China akan mengungguli Jepang 70:30.
    Tapi ingat, masih ada Australia yg tentunya akan memilih terlibat di front mana.
    Saya kira Australia akan lebih memilih bertempur di Asia kalau dilihat dari posisinya.

    Untuk Korsel vs Korut, tanpa di back up oleh kekuatan pendukungnya yaitu Rusia dan China, Korut akan mengalami banyak kesulitan. Secara mereka kalah teknologi dari Korsel.
    Ingat korsel sudah mandiri dalam teknologi militernya. Sedangkan Korut sangat tergantung oleh China dan Rusia.
    Keunggulan Korut adalah kebodohan rakyatnya yg merasa sangat kuat. Padahal sampai saat ini masih menerima bantuan pangan dari PBB atas desakan China.
    Lalu bagaimana mereka bisa bertempur jika perut mereka kosong?

    Itulah analisa saya, yg tentunya juga belum 100 persen akurat.
    Terima kasih..

    Suka

      yogaputra932 responded:
      Oktober 28, 2015 pukul 06:19

      hmmm…. analisa anda sangat bagus, tapi saya mau sedikit komentar…. dulu cina bisa dikalahkan jepang karena cina belum memiliki teknologi semaju jepang tapi sekarang cina udah maju

      Suka

      Fof said:
      Januari 8, 2016 pukul 14:46

      Anda belum menyebutkan front India vs China, jangan lupa keduanya pernah terlibat perang perbatasan beberapakali bung

      Suka

      Dany said:
      Agustus 22, 2016 pukul 05:48

      Great analisis….!!! Tp jangan lupa front Timur Tengah juga….keadaannya gak jauh beda dg perang Suriah skrg.

      Suka

    shredder said:
    Oktober 28, 2015 pukul 09:26

    Memang China sekarang bukan yg dulu.
    Secara head to head dgn Jepang, China akan menang.
    Tapi kita harus memperhitungkan Australia di sini.
    Seperti yg sudah saya sampaikan di atas, Australia pasti akan terlibat ketika genderang perang berbunyi.
    Yang menjadi pertanyaan, dimanakah konsentrasi pertempuran di Asia Timur?
    Posisi china bukannya aman di wilayah ini.
    Kalau Australia terlibat di front ini, tentunya negara2 Asia Tenggara akan menjadi LALU LINTAS PERANG.
    Terutama Indonesia, Thailand dan Filiphina yg dekat dengan war zone.
    Dilihat dari kacamata politik luar negeri, sepertinya Singapura, Thailand dan Filiphina akan memihak Jepang.
    Karena saat ini Jepang adalah sekutu dekatnya Amerika.
    Bagaimana dengan Indonesia, Malaysia dan Vietnam?
    Kembali ke masalah klaim China terkait laut china selatan.
    Jika China tetap arogan memaksakan klaim nya, bukan tidak mungkin Vietnam dan Malaysia akan membantu Jepang.
    Sedangkan Indonesia?
    Hmm.. Melihat presiden kita yg didukung oleh taipan2 china, sepertinya kita akan berada di posisi Maju Kena Mundur Kena.
    Kalau kita mendukung china, maka negara kita akan dikepung oleh Australia, Singapura dan Malaysia.
    Dan tentunya akan membuka front baru di Asia Tenggara.
    Sehingga akan memudahkan China utk melibas Jepang.
    Tapi jika Indonesia mendukung Jepang, maka China akan menghadapi masalah besar di front Asia Timur.
    Karena jelas Aliansi Pasifik dan ASEAN akan membuat China keteteran di sini.
    Tapi bukan berarti China akan kalah perang di sini.
    Kekuatan aliansi ini akan memperkecil peluang China menjadi 50:50.
    Dan endingnya akan UNPREDICTABLE.
    Bisa berakhir dgn hancur2an, atau juga terjadi PERJANJIAN DAMAI.

    Suka

      yogaputra932 responded:
      Oktober 28, 2015 pukul 19:51

      menurut saya vietnam dan pakistan akan mendukung Cina mengingat kedua negara itu memiliki hubungan yg cukup baik, sebagian alutsista pakistan juga dari Cina

      Suka

      Anonim said:
      November 25, 2015 pukul 02:49

      sok tau nih orang….
      yg pastinya terjadi…
      blok barat vs blok timur..
      amerika,nato,israel,australia,jepang,korsel, vs rusia,china,iran,korut,india,pakistan…dimana skrg blok timur juga mempunyai senjata nuklir seperti iran,korut,india,pakistan…dimana pakistan sudah pasti akan bergabung diblok timur…karna pakistan sudah menganggap china adalah saodara,,
      kemudian india juga bakal diblok timur karna melihat sekutunya rusia…saya kira dunia bakal hancur….
      dan aku juga yakin indonesia berada di blok timur….karna sebagian rakyat indonesia tidak suka amerika,,,

      Suka

        yogaputra932 responded:
        Desember 1, 2015 pukul 21:05

        tapi saya lebih memprediksikan ikut barat karena alutsista dan pejabatnya cenderung ke barat

        Suka

        Anonim said:
        Februari 25, 2016 pukul 22:10

        Tapi saya memihak kepada amerika .

        Karna amerika negara terkuat. Bukan seperti rusia hanya menang luas wilayah bentar lagi tuh wilayah rusia di bagi dua sebagian untuk rusia sebagian untuk amerika

        Suka

        shredder said:
        Agustus 22, 2016 pukul 08:46

        pakistan memberikan ijin kepada navy seals amerika utk melakukan operasi militer di abotabat dlm rangka membunuh osama bin laden.
        Apakah ini tidak menunjukkan kepada siapa pakistan akan berpihak?

        Suka

    rizal said:
    November 20, 2015 pukul 15:37

    Kalau usa perang sama rusia pasti sama2 hancur

    Suka

      yogaputra932 responded:
      November 23, 2015 pukul 15:50

      mungkin…. jika perangnya sekala besar…. tp mungkin bisa juga hanya hancur salah satu

      Suka

    Anonim said:
    Desember 14, 2015 pukul 20:13

    Mengingat Rusia punya Rudal Setan 18,topol M,sarmat,Bulava,S400,tsar Bom,dll..
    Menurut saya rusia masih mampu melawan Nato wlwpun tanpa bantuan dr cina,iran,india dan Korut.50-50
    apalagi law di bantu cina,iran,india dan korut.

    Suka

      yogaputra932 responded:
      Desember 19, 2015 pukul 10:02

      tapi negara2 nato juga punya nuklir

      Suka

    yukita kawan said:
    Januari 3, 2016 pukul 18:05

    Amerika itu beraninya perang keroyokan, lihat amerika menginvasi irak, afganistan yg diikuti oleh anjing setianya inggris dan nato.
    Namun tatkala amerika berniat menyerang suriah sontak rusia bereaksi, anggota nato sontak ciut tatkala rusia mengerahkan angkatan perangnya kesuriah, karena tak mendapat dukungan dai anggota nato akhirnya amerika membatalkan menyerang suriah.
    Huuh dasar pengecut, beraninya keroyokan.

    Suka

      Anonim said:
      Mei 15, 2017 pukul 21:30

      Jangan menghina bro…

      Suka

    Adhi said:
    Januari 7, 2016 pukul 15:35

    Rusia China Pasti Menang…!!!

    Suka

    stev777 said:
    Januari 7, 2016 pukul 20:35

    Mungkin kalau oerang meletus itu karena ya pasti ekonomi.. kalau perlombaan senjata militer tidak hanya rusia atau amerika negara2 yg dlunya KURANG maju dalam senjata sprti cina.korsel.korut pun bisa berpartisipasi dalam perang. Dilihat dari sisi persenjataan kelihatannya unit russia lebih byk. Dan amerika lebih canggih.. kemenangan belum bisa di pastikan juga sampai perang benar2 terjadi.. perang dunia ke3 akan lebih dahsyat yg pasti

    Suka

      Anonim said:
      Januari 12, 2016 pukul 00:41

      Ahh yang namanya konflik yg terjadi saat ini yg menguntungkan iti negara pembuat senjata. Mereka negara dibalik layar atas konflik yg mereka buat sendiri. Arenanya negara negara apes seperti yg sudah sudah seperti Afghanistan lah. Suriah lah.
      Masalah perang dunia ketiga itu trrjadi saat kubu dibalik layar masing masing tadi terlalu jauh ikut campur ke arena.

      Tapi just my opinion kalo memang PD 3 terjadi kemungkinan 80-90% dunia mengalami kehancuran. Mengingat icbm atau topol dr negara negara siap tempur begitu kuat daya penghancurnya. Tapi bukan berarti tidak ada yg menang. Namun kemenangan hanya bernilai apa jika tidak ada yg tersisa.

      Suka

    veri said:
    Januari 21, 2016 pukul 22:04

    pd 3 itu antara blok barat vs blok timur.. yg pada akhirnya rusia akan menjadi negara muslim yg memerangi yahudi ..itu menurut ulama lho broo., tpi itu tidak akan terjadi sebelum palestina merdeka penuh..

    Suka

      Anonim said:
      Mei 15, 2017 pukul 21:29

      Jangan sok tau bro…

      Suka

    muhammad fadiel alda lopezz said:
    Januari 22, 2016 pukul 16:17

    Sebailknya perang harus di hindari karena akan banyak memakan korban

    Suka

      yogaputra932 responded:
      Maret 1, 2016 pukul 14:51

      memang tp yg namanya perang mmg sulit dihindari

      Suka

    phladimir pyutin said:
    Juli 5, 2016 pukul 08:17

    papua nugini dan timor leste yg akan menang ,wkwkwk karna mereka memiliki jutaan nuklir tersembunyi di bawah tanah ,dan mereka diam diam telag merekrut dan membuat organisasi militer di oceania.

    Suka

    Pratik said:
    Oktober 8, 2016 pukul 21:06

    Saya pegang Rusia setan amerika harus dimusnahkan dari muka bumi.

    Suka

    josh said:
    Februari 18, 2017 pukul 17:28

    Klau Perang Rusia Vs Amerika terjadi maka itu adalah hari terakhir bagi Rusia wujud dalam dunia….Perlu diingkatkan juga bahasa Amerika bukan hanya dibantu Nato saja tapi juga sekutu amerika di luar pakatan Nato sekutu ,Peranchis,belanda dan puluhan negara yang masih terikat dengan Inggris(UK)..Terdapat ratusan pangkalan Amerika di seluruh dunia telah di bekalkan dengan nuklear…Mampu kah Rusia buat benteng 360′ untuk menyambut nuklear Amerika di serata dunia…

    Suka

    nanaf2017 said:
    Maret 2, 2017 pukul 22:36

    Amerika terlalu memperdaya rakyat indonesia, mereka membantu australia yang ingin memerdekakan timur lestei dan papua itu sebabnya semoga as kalah

    Suka

    Anonim said:
    Mei 15, 2017 pukul 13:26

    Hanya tuhan yg beri kemenangan ….🚀✈🚁🔫

    Suka

    lewendoweski said:
    Juni 24, 2017 pukul 12:49

    hancurin tu amerika anjing

    Suka

Silahkan yang mau komentar... tapi ingat ! yang sopan ya :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s