Penasaran Berapa Penghasilan Pembuat Berita Hoax ?

Posted on


Penasaran dan pengen tau berapa gaji penulis berita bohong di internet ?

Penyebaran berita palsu alias hoax di internet semakin melonjak ketika mendekati event event pesar seperti pemilihan kepala daerah. Baru baru ini para sosmeters ramai dengan berita palsu Ahok pesta miras. nih fotonya

picture1   Untuk orang sumbu pendek pasti langsung percaya namun bagi yang gak gampang ditipu pasti ketawa. yang disangkakan minuman keras itu ternyata merupakan Equil, air mineral asli indonesia yang sengaja dibuat begitu bentuknya.

equil_mineralwater

  Konon katanya berita palsu semacam ini adalah cara ampuh untuk mengalahkan lawan politik di pilkada, ya walaupun calon pemimpin tersebut tidak punya niat demikian tapi kadang pendukungnya lah yang melakukan hal semacam ini. Anehnya tidak hanya satu dua yang ketipu berita bohong tapi ratusan bahkan mungkin ribuan, kok bisa ya ? padahal jika mereka mau sedikit cari cari info yang bener berita berita bohong itu bisa diketahui dengan mudah.

Siapa sih sebenarnya yang menjadi tukang pembuat berita bohong ini ?
Sebenarnya belum ada penemuan secara jelas di Indonesia tentang penulis berita hoax, semua simpang siur. Tapi untuk di Amerika sendiri hal ini sudah terbukti. Menurut Washington Post, saat pilpres kemaren memang ada orang yang dibayar untuk menulis berita bohong dan nyebarin hoax tentang calon presiden Amerika tentunya. Salah satu yang populer adalah Paul Horner. Pria berusia 38 tahun ini nggak cuma sekali dua kali nulis berita bohong, dia udah bertahun-tahun ngelakuin pekerjaan ini. Salah satu beritanya yang paling terkenal berjudul “The Amish Vote for Donald Trump” . Paul sendiri nggak nyangka artikel hoax-nya ini berpengaruh besar terhadap hasil pemilihan presiden Amerika Serikat yang akhirnya dimenangkan oleh Donald Trump.

 Paul Horner mengaku kalau kemenangan Trump ini adalah karena tulisan-tulisannya. Para pendukung Trump memilih artikel yang dia tulis sebagai rujukan, kemudian merekashare di medsos sebanyak-banyaknya dan berhasil menghimpun banyak suara. Lebih parah lagi, hal ini dilakuin tanpa cek dan ricek sumber berita terlebih dahulu. Paul pernah menulis sebuah berita yang berisi tentang ” para pendemo yang menolak Trump dibayar 3500dolar untuk mengikuti aksi protes “. Berita inipun lagi lagi langsung ditelan oleh banyak orang tanpa mencari kebenarannya. Wajar saja dari “pekerjaannya” ini Paul sanggup meraup keuntungan 10 ribu dolar atau senilai 135 juta rupiah setiap bulannya. WOW

  Situs Buzzfeed News pernahmelakukan investigasi dan menemukan basis penyebaran berita palsu yang nggak diduga-duga berada di Makedonia. Lebih mengejutkan lagi, penulisnya rata-rata masih berusia belasan tahun! Sebanyak 100 website yang diduga pro-Trump ternyata dijalankan dari negara di Eropa bagian tenggara ini, tepatnya di kota Veles.
Penghasilan yang fantastis

dollar_22   Salah seorang yang aktif menulis di website politik dari Makedonia bernama Victor yang berhasil diwawancarai oleh Channel 4 (dilansir oleh Daily Mail). Pemuda yang masih berusia 16 tahun ini merupakan editor di sebuah situs bernama Total News. Victor memaparkan bahwa situs berita palsu udah jadi industri yang besar di Makedonia dan saat ini sudahudah ada lebih dari 200 situs. Rata-rata dari mereka bikin situs ini hanya untuk uang dan hiburan. Warga Veles mengatakan  bahwa pendapatan pembuat berita bohong di kota ini bisa mencapai 200 ribu dolar atau 2,7 milyar rupiah !
Bagaimana dengan Indonesia ?

  Untuk Indonesia sendiri mungkin pendapatannya gak sampai milyaran rupiah per bulan tapi gaji pembuat berita bohong di indonesia menurut kabar bisa lebih besar dari gaji PNS awal selama setahun ! Nah mereka bisa mendapatkan pendapatan sebesar ini dikarenakan mereka menyebarkannya lewat sosial media. Untuk berita bohong dengan pendapatan paling besar di indonesia biasanya berita yang berhubungan dengan politik maupun agama.
Belum dapat saya simpulkan apakah berita hoax di Indonesia ini dibuat atas dasar kepentingan bisnis semata atau ada kepentingan lain yang “memboncengi”. Tapi menurut pengamatan saya pembuat berita hoax di Indonesia didominasi oleh Pasukan nasi bungkus dan pasukan nasi kotak yang ingin menjatuhkan lawannya.

yang jelas pelaku penyebar informasi hoax bisa terancam pasal 28 ayat 1 dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Di dalam pasal ini disebutkan, ‘Setiap orang yang dengan sengaja dan atau tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan, ancamannya bisa terkena pidana maksimal enam tahun dan denda maksimal Rp 1 miliar.’

Iklan

Silahkan yang mau komentar... tapi ingat ! yang sopan ya :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s