Politik

Analisis Serangan Amerika di Suriah

Posted on

  Semenjak beberapa tahun terakhir Suriah beserta beberapa negara di kawasan seakan menjadi neraka yang disebabkan oleh keganasan dan ketamakan nafsu. semenjak Arab spring bergulir tahun 2011 silam seakan negara di kawasan menjadi rawan akan gesekan dan geopolitik menjadi sangat labil. banyak pihak yang terlibat dalam perang yang melelahkan ini. Berbagai faksi proxy dukungan NATO dan pihak lain, ekstrimis hingga pasukan pemerintah saling hajar dan bunuh untuk memperebutkan wilayah kekuasaan. Perang Suriah yang begitu rumit ini seakan enggan untuk disudahi dan menjadi makin larut dalam kerumitan.

 Kita dapat melihat baru baru ini Pasukan Amerika melakukan taktik klasiknya, menghujani tomahawk ke basis pemerintah Suriah. Strategi yang terbukti sukses ketika penggulingan Sadam Hussein dan Penghancuran Khadafi ini mereka coba terapkan lagi kepada pasukan Suriah di Al Syairat. Pasukan Suriah yang tengah diatas angin setelah kemenangan yang mereka dapatkan dari Menggempur ISIS, FSA dan beberapa faksi ekstrimis terpaksa harus menelan pil pahit usai serangan Amerika terhadap mereka.

  Serangan Amerika ke Suriah ini diklaim oleh Amerika sebagai balasan atas serangan gas kimia ke oposisi. Sangat ironi keputusan Amerika ini sangat tergesa gesa mengingat serangan gas itu belum mereka selidiki dengan benar dan belum ada bukti yang kuat mengenai hal itu. Bahkan pemerintah Russia, Suriah dan Iran mengatakan serangan gas kimia itu adalah bohong. Hal senada diungkapkan oleh ikatan dokter Swedia yang mengatakan bahwa serangan gas itu adalah palsu dan sengaja dibuat buat oleh pihak tertentu. Tentu jika hal ini benar maka akan menjadi pisau bagi Amerika dan pihak pihak yang mendukung serangan Amerika.

  Serangan ini juga membuktikan bahwa Amerika terbukti bermata dua dalam konflik di Suriah. Mereka mengatakan melawan teroris namun di lain sisi tindakan mereka ini justru dapat menyuburkan teroris di kawasan. Beberapa saat setelah serangan Amerika ke Suriah ini menjadikan teroris ISIS memiliki nyali untuk menggempur pasukan Suriah dan merebut wilayah dari pasukan resmi pemerintah. Kejadian ini sangat mirip dengan kejadian di Deir ez-Zor yang mana saat itu ISIS tengah dalam kondisi terpojok kembali meraih kemenangan karena Amerika.

  Tindakan tergesa gesa Amerika ini mungkin juga sebagai langkah melindungi sekutu mereka Saudi dan Israel. Telah lama Israel adalah musuh abadi bagi Suriah dan tentu akan menjadi masalah bagi Israel bila Suriah dapat memenangkan pertempuran dengan para teroris dan menjadi ancaman bagi sekutunya. Untuk mengatasi masalah ini maka perlu adanya penggantian terhadap pemerintah Assad terhadap pemerintahan yang pro terhadap mereka. Serangan ini secara tidak langsung juga melemahkan lawan mereka, Rusia mengingat di Negara ini berdiri pangkalan militer Rusia dan menjadi tangan bagi Rusia terhadap segala kepentingan di kawasan.

  Sumber daya alam juga menjadi alasan terselubung, Minyak dan gas yang tersimpan di Suriah menjadikan siapa saja bernafsu untuk dapat menguasainya. Terlepas dari tangan tangan kotor penuh darah tentu minyak merupakan komoditas yang sangat penting dan berharga. Jumlah minyak dunia yang terus menipis tentu membuat barang ini semakin mahal.

Akhirnya Serangan Amerika di Suriah ini menjadi sesuatu yang sangat sarat akan kepentingan politik. Amerika menginginkan Assad lengser dan sumber daya alam yang benar benar menggiurkan. Konflik berkepanjangan seperti di Suriah bukan tidak mungkin juga akan terjadi di Indonesia kedepannya jika kita masih mudah untuk dipecah seperti di Timur Tengah, untuk itu perlu bagi kita untuk belajar dari konflik di Suriah dan berusaha agar jangan sampai ini terjadi di Indonesia.

Penasaran Berapa Penghasilan Pembuat Berita Hoax ?

Posted on

Penasaran dan pengen tau berapa gaji penulis berita bohong di internet ?

Penyebaran berita palsu alias hoax di internet semakin melonjak ketika mendekati event event pesar seperti pemilihan kepala daerah. Baru baru ini para sosmeters ramai dengan berita palsu Ahok pesta miras. nih fotonya

picture1   Untuk orang sumbu pendek pasti langsung percaya namun bagi yang gak gampang ditipu pasti ketawa. yang disangkakan minuman keras itu ternyata merupakan Equil, air mineral asli indonesia yang sengaja dibuat begitu bentuknya.

equil_mineralwater

  Konon katanya berita palsu semacam ini adalah cara ampuh untuk mengalahkan lawan politik di pilkada, ya walaupun calon pemimpin tersebut tidak punya niat demikian tapi kadang pendukungnya lah yang melakukan hal semacam ini. Anehnya tidak hanya satu dua yang ketipu berita bohong tapi ratusan bahkan mungkin ribuan, kok bisa ya ? padahal jika mereka mau sedikit cari cari info yang bener berita berita bohong itu bisa diketahui dengan mudah.

Siapa sih sebenarnya yang menjadi tukang pembuat berita bohong ini ?
Sebenarnya belum ada penemuan secara jelas di Indonesia tentang penulis berita hoax, semua simpang siur. Tapi untuk di Amerika sendiri hal ini sudah terbukti. Menurut Washington Post, saat pilpres kemaren memang ada orang yang dibayar untuk menulis berita bohong dan nyebarin hoax tentang calon presiden Amerika tentunya. Salah satu yang populer adalah Paul Horner. Pria berusia 38 tahun ini nggak cuma sekali dua kali nulis berita bohong, dia udah bertahun-tahun ngelakuin pekerjaan ini. Salah satu beritanya yang paling terkenal berjudul “The Amish Vote for Donald Trump” . Paul sendiri nggak nyangka artikel hoax-nya ini berpengaruh besar terhadap hasil pemilihan presiden Amerika Serikat yang akhirnya dimenangkan oleh Donald Trump.

 Paul Horner mengaku kalau kemenangan Trump ini adalah karena tulisan-tulisannya. Para pendukung Trump memilih artikel yang dia tulis sebagai rujukan, kemudian merekashare di medsos sebanyak-banyaknya dan berhasil menghimpun banyak suara. Lebih parah lagi, hal ini dilakuin tanpa cek dan ricek sumber berita terlebih dahulu. Paul pernah menulis sebuah berita yang berisi tentang ” para pendemo yang menolak Trump dibayar 3500dolar untuk mengikuti aksi protes “. Berita inipun lagi lagi langsung ditelan oleh banyak orang tanpa mencari kebenarannya. Wajar saja dari “pekerjaannya” ini Paul sanggup meraup keuntungan 10 ribu dolar atau senilai 135 juta rupiah setiap bulannya. WOW

  Situs Buzzfeed News pernahmelakukan investigasi dan menemukan basis penyebaran berita palsu yang nggak diduga-duga berada di Makedonia. Lebih mengejutkan lagi, penulisnya rata-rata masih berusia belasan tahun! Sebanyak 100 website yang diduga pro-Trump ternyata dijalankan dari negara di Eropa bagian tenggara ini, tepatnya di kota Veles.
Penghasilan yang fantastis

dollar_22   Salah seorang yang aktif menulis di website politik dari Makedonia bernama Victor yang berhasil diwawancarai oleh Channel 4 (dilansir oleh Daily Mail). Pemuda yang masih berusia 16 tahun ini merupakan editor di sebuah situs bernama Total News. Victor memaparkan bahwa situs berita palsu udah jadi industri yang besar di Makedonia dan saat ini sudahudah ada lebih dari 200 situs. Rata-rata dari mereka bikin situs ini hanya untuk uang dan hiburan. Warga Veles mengatakan  bahwa pendapatan pembuat berita bohong di kota ini bisa mencapai 200 ribu dolar atau 2,7 milyar rupiah !
Bagaimana dengan Indonesia ?

  Untuk Indonesia sendiri mungkin pendapatannya gak sampai milyaran rupiah per bulan tapi gaji pembuat berita bohong di indonesia menurut kabar bisa lebih besar dari gaji PNS awal selama setahun ! Nah mereka bisa mendapatkan pendapatan sebesar ini dikarenakan mereka menyebarkannya lewat sosial media. Untuk berita bohong dengan pendapatan paling besar di indonesia biasanya berita yang berhubungan dengan politik maupun agama.
Belum dapat saya simpulkan apakah berita hoax di Indonesia ini dibuat atas dasar kepentingan bisnis semata atau ada kepentingan lain yang “memboncengi”. Tapi menurut pengamatan saya pembuat berita hoax di Indonesia didominasi oleh Pasukan nasi bungkus dan pasukan nasi kotak yang ingin menjatuhkan lawannya.

yang jelas pelaku penyebar informasi hoax bisa terancam pasal 28 ayat 1 dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Di dalam pasal ini disebutkan, ‘Setiap orang yang dengan sengaja dan atau tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan, ancamannya bisa terkena pidana maksimal enam tahun dan denda maksimal Rp 1 miliar.’

Sisa Kejayaan Indonesia di Masa Soekarno

Posted on

mig-21

  Apakah anda pernah mendengar bahwa pada tahun 1960an indonesia pernah menjadi negara yang terkuat di belahan bumi selatan ? Kabarnya saat itu Indonesia memiliki persenjataan dalam jumlah yang cukup banyak dan canggih, tapi dimanakah sisa sisa kejayaan Indonesia itu. Jika anda mencari jawaban ini di internet pasti jawabannya akan standar, yaitu alutsista Indonesia kekurangan suku cadang dan terpaksa harus digrounded.

  Saya sempat browsing dan mendapatkan kutipan ini di salah satu artikel.

“Keberadaan burung besi ini masuk dalam daftar peralatan perang yang disiapkan dalam rangka kampanye Trikora. Pasalnya Belanda yang masih ngotot bercokol di Papua Barat merasa diatas angin dalam hal persiapan perang terbuka. Hawker Hunter F-6, jet tempur buatan Inggris tahun 1954 yang dimilikinya belum mampu ditandingi oleh AURI kala itu. Walaupun AURI kebanjiran peralatan perang yang tergolong canggih, tapi untuk masalah jet pencegat pesawat lawan masih belum ada. Mig-17 Fresco belum menjadi tandingan Hawker Hunternya Military Luvchvaat yang mampu melesat 1.117 km/jam, daya capai ketinggian 14.325 meter dengan jangkauan 690 kilometer”.

  Sebagai presiden pertama Indonesia, Soekarno tidak mau main main membiarkan sistem pertahanan indonesia berlubang, untuk itu ia terus membangun kekuatan militer baik yang bersifat offensive dan defensive. Untuk dapat memperkuat pertahanan, Indonesia memutuskan untuk membeli 20 pesawat MIG 21 dan 10 MIG 19. Selain kedua pesawat tersebut, Indonesia juga memiliki pesawat DH 115 Vampire, Mig 15, Mig 17 serta beberapa hasil rampasan dari Jepang dan Belanda. Walaupun Indonesia memiliki banyak varian pesawat, tapi menurut para penerbang Indonesia, MIG 21 dan MIG 19 lah yang performanya paling bagus. Pesawat buatan Biro Desain Mikoyan Gurevich ini juga yang membuat pasukan sekutu menjadi ragu untuk menginvasi Indonesia kembali. Pesawat MIG 21 ini diyakini dapat mengejar dan menghancurkan pesawat B 52 Stratofortress milik Amerika dengan mudah. Pesawat dari Skuadron 14 ini memiliki daya dorong sekitar 5.950 kg dari mesin turbojet Tumansky R-11-F 2-300 yang mampu terbang hingga ketinggian 20.000 m dan daya jelajah 1800 km. Pesawat ini dipersenjatan dengan 30 mm canon dan rudal K-13 A ( kode NATO AA2 Atol.

mig 21

  Walaupun akhirnya tidak turun langsung saat Trikora, tetapi keberadaannya membuat perang berakhir dimeja perundingan. Hal itu disebabkan, sebuah pesawat intai AU AS Lockheed U-2 Dragon Lady terbang di atas Madiun. Selama konfrontasi, sering pesawat ini sengaja diterbangkan dari Darwin ke Filipina untuk misi-misi intelijen. Dari ketinggian 70.000 kaki, teridentifikasi oleh pilot beserta kru deretan jet tempur dan pembom. Ditiliknya dengan cermat. Tak salah lagi, sang pilot yakin bahwa pesawat yang dilihatnya adalah pembom Tu-16 Badger dan MiG-21F Fishbed C (sebutan yang diberikan NATO), jet tempur penghadang (intercept) paling ditakuti barat kala itu. Sebelumnya, intelijen AS sudah mengendus kedatangan MiG-21 di Indonesia.
Hasil pengintaian ini bergegas disampaikan Amerika kepada Belanda. “Percuma melawan Indonesia, mereka punya ini.” Begitu kira-kira laporan intel AS kepada pihak Belanda sambil menyodorkan foto hasil jepretan pesawat U-2. Amerika pun sebenarnya masih gamang, mengingat F-4E Phantom yang baru dimodifikasi, masih meragukan untuk diadu berlaga melawan MiG-21.
Selain digunakan dalam kancah Trikora, tercatat pernah berpartisipasi dalam perang Dwikora, dimana Mig-21 melaksanakan tugas pengawalan terhadap pembom raksasa TU-16 Badger yang terbang melintas di perbatasan Serawak. Pernah berpapasan dengan Hawker Hunter dan HS Buccaneer-nya Inggris tapi kedua belah pihak tidak pernah mendahului melakukan tindakan provokasi.
Menurut cerita Marsda (Pur) Jahman dan Marsda (Pur) Rusman, penerbang MiG-21 AURI, ketika konfrontasi dengan Malaysia yang dikenal dengan kampanye Dwikora, Indonesia menyiagakan pembom Tu-16 dan MiG-21. Karena jangkauannya yang kecil, pesawat harus ditempatkan di Palembang dan Medan. Selama pengabdiannya di AURI, memang tidak ada pengalaman perang udara hebat yang ditinggalkan MiG-21 bagi generasi berikutnya. Selama Dwikorapun, hanya beberapa kali berpapasan dengan pesawat Hawker Hunter atau HS Buccaneer Inggris saat mengawal Tu-16.
Komodor Udara Leo Wattimena sendiri memang tidak menghendaki adanya duel udara di antara kedua belah pihak. “Kecuali ditembak,” perintah Leo. Namun begitu, dua rudal K-13A atau NATO menyebutnya AA-2 Atoll dan kanon 30 mm, tetap disiagakan.

mig_21
Dengan airborne dari Medan, pesawat terbang low level menyusuri selat Malaka. Begitu menjelang perbatasan, tower akan berteriak memberitahu ada pesawat naik dari Butterworth. “Kita langsung pull up, kabur,” jelas Jahman yang menjabat komandan Skadron 14 setelah Rusman. Saat pesawat Inggris tiba di perbatasan, MiG-21 AURI sudah terbang jauh. “Kita (MiG-21) memang tidak pernah perang. Sebagai pencegat, kita hanya menunggu lawan yang tidak pernah jelas. Itulah tugas kita, menunggu dan menunggu,” tutur Jahman yang menerbangkan MiG-21 nomor 2164.
Mig-21 F memperkuat AURI hanya sampai dengan tahun 1967. Selanjutnya pesawat hebat ini di-grounded setelah sebelumnya melakukan farewell flight terbang sebulan penuh di Lanud Kemayoran.”
Berikut adalah kutipan yang diambil dari
“Red Eagles, America’s Secret MiGs” karangan Steve Davies.

“Setelah pemerintahan mantan presiden Soekarno jatuh, yang diikuti hubungan Indonesia dan Uni Soviet yang memburuk dan pemerintahan mantan presiden Soeharto yang condong ke arah Amerika Serikat. Maka Uni Soviet kemudian menarik maintenance support untuk pesawat buatan Uni Soviet yang berada di Indonesia. Sehingga dengan “terpaksa” Indonesia mempensiunkan 30 Mig-17, 10 Mig-19 dan 20 Mig-21 yang dimilikinya diakibatkan kekurangan suku cadang.

maxresdefault
Kemudian Pemerintah Amerika Serikat dengan dalih untuk membantu mengembangkan kekuatan TNI AU maka memperbolehkan Indonesia untuk membeli peralatan militer buatan amerika serikat mulai dari T-33, UH-34D, hingga F5E/F dan OV-10. Tetapi perjanjian tersebut entah bagaimana membuat Amerika Serikat dapat membawa Mig kita ke ke Groom Lake, markas dari Red Eagles yaitu suatu skuadron yang ditugasi untuk mempelajari kelemahan dari pesawat-pesawat buatan uni soviet.
Adapun Mig yang dibawa ke amerika serikat tersebut dari 10 Mig-21F13 dengan tail number 2151,2152,2153,2155,2156,2157,2159,2162,2166,2170; 1 Mig-21U tail number 2172 dan 2 Mig-17F tail number 1184 dan 1187.” Sementara Mig-19 dijual ke Pakistan. “Saya sendiri yang mengantarkan ke Pakistan, sekalian melatih penerbangnya,” aku Rusman.
Beberapa dari pesawat Mig tersebut masih bisa dilihat di Musium Satria mandala dan ITB, beberapa kabar dari milis info militer juga menyatakan beberapa Tu-16 kita juga dibawa kesana dan sisanya discrap. Lebih menyedihkan lagi pesawat T-33 yang kita beli dari Amerika tidak dilengkapi oleh persenjataan, walaupun akhirnya bisa diakali oleh ground crew TNI AU sehingga T-33 tersebut bisa dipersenjatai dan dapat digunakan untuk operasi militer.

Analisis Perang di Suriah

Posted on Updated on

serangan-Rusia-301si16klzjd5wim5j99mo

Akhir akhir ini konflik di timur tengah seakan makin melebar dan panas. Pertarungan besar baik antara milisi dengan milisi,  milisi dengan pemerintah ataupun pemerintah dengan pemerintah. Hal yang baru baru ini membuat heboh adalah tentang  bantuan sekutu sekutu Suriah untuk melawan kelompok pemberontak. Di sini yang dimaksud sekutu suriah adalah Russia, Cina, Iran, Hizbullah, Milisi Syiah Suriah, dan pasukan pasukan lain.

Pasukan pendukung suriah ini terlihat sangat berpengaruh dalam membatu suriah melawan pemberontak, terbukti dari serangan udara russia yang sangat tepat mengenai basis pemberontak baik itu FSA, ISIS, JAN dan lain lain. Namun kegiatan russia dalam mengatasi pasukan pemberontak itu sepertinya tidak berjalan mulus. Terbukti dari banyaknya kecaman dari berbagai pihak     seperti beberapa negara NATO, Arab, Amerika, Irak, dan Israel. Tak hanya berupa ancaman saya bahkan sempat terjadi saling kunci di udara. Sebenarnya hal itu cukup wajar mengingat Arab, Amerika dan Israel memiliki kepentingan di Suriah dan mereka juga memiliki teroris didikan seperti FSA, JAN dan mungkin ISIS. Mengapa saya bisa berkata demikian ? Hal ini terbukti saat Russia mengebom basis teroris tersebut mereka seakan kebakaran jenggot dan mengancam Russia dan mengatakan bahwa merekalah yang mendanai teroris itu

Konflik di Suriah sepertinya makin lama akan makin rumit dan lebar mengingat seakan akan di Suriah menjadi medan tempur antara pasukan barat yang dipimpin Amerika dan blok timur yang dipimpin Russia. Lalu bagaimana prediksi jalannya pertempuran tersebut ? Berikut analisa saya :

Pertempuran Udara

Dassault_Rafale

 Di militer abad 21 ini tak bisa lepas dari yang namanya kemampuan perang di udara, siapa yang unggul di udara dialah yang  akan memimpin jalannya perang. Untuk kemungkinan perang di udara, sepertinya akan menjadi ajang uji coba senjata dari  berbagai negara.

Disini kemungkinan negara blok barat akan mengeluarkan sebagian besar armada udara mereka. Negara pemilik pesawat  dalam jumlah besar seperti Arab, Israel, Turki, dan Amerika dan negara NATO akan memainkan peran kunci di sini. Sementara dari pihak timur yang akan memegang peran kunci adalah Russia, Cina, Korut dan Iran.

Mari kita analisa satu persatu. Untuk pihak barat, negara seperti Amerika, Israel, Inggris dan negara Nato lain tentu memiliki jumlah armada yang kuat, modern, dan terlatih sehingga mereka adalah pemimpin blok barat di udara. Sementara untuk Arab dan Turki memang memiliki armada yang cukup besar namun kualitas penerbang mereka masih dipertanyakan.

Untuk pihak timur Russia dan Cina tentu akan menjadi tulang punggung, mereka memiliki pesawat yang modern, banyak ,skill penerbang yang sejajar dengn pihat barat. Sementara Korea Utara juga memiliki pesawat yang sangat banyak namun sebagian besar adalah pesawat tua sepert MIG 21, pesawat seperti ini tentu tidak berpengaruh kuat di pertempuran kecuali mereka mau mengupgrade menjadi sekelas MIG 21 Byson. Namun walaupun tua pesawatnya, pasukan Korea Utara terkadang nekat , bukan tidak mungkin mereka akan memakai pesawat tuanya ini untuk melakukan serangan bunuh diri yang dulu terkenal sangat akurat saat Jepang menyerang Amerika.

Di sini akan terjadi pertempuran antara pesawat F 4, F 5, F 15, F 16, F 18, F 22, F 35, Rafale, Mirage, Typhoon yang akan menghadapi pesawat seperti F 4, F 5, F 14, Mig 21, Mig 15, Mig 17, Mig 29, Mig 35, Su 27, Su 30, Su 35, T 50 ( jika sudah fix ) J 11, JF 17, J10, J 20/ J 35 ( jika cina berhasil mengembangkannya ), Hal Tejas, Saeqh dan lain lain. Dari segi teknologi mungkin barat lebih unggul tapi dari jumlah mungkin timur lebih unggul mengingat sebagian besar armada American Air Force adalah drone.

Pertempuran Laut

A still image taken from footage released by Russia's Defence Ministry on October 7, 2015, shows a Russian warship firing a rocket in the Caspian Sea. The Russian defence ministry said on Wednesday that 26 rockets fired by its warships earlier in the day had struck targets associated with Islamic State and Al-Nusra, the Interfax news agency reported. REUTERS/Ministry of Defence of the Russian Federation/Handout via Reuters TPX IMAGES OF THE DAY ATTENTION EDITORS - THIS IMAGE HAS BEEN SUPPLIED BY A THIRD PARTY. IT IS DISTRIBUTED, EXACTLY AS RECEIVED BY REUTERS, AS A SERVICE TO CLIENTS. REUTERS IS UNABLE TO INDEPENDENTLY VERIFY THE AUTHENTICITY, CONTENT, LOCATION OR DATE OF THIS IMAGE. FOR EDITORIAL USE ONLY. NOT FOR SALE FOR MARKETING OR ADVERTISING CAMPAIGNS. NO SALES. NO ARCHIVES

  Untuk pertempuran di laut mungkin tidak akan begitu besar karena notabene perang di Suriah ini adalah perang saling mempertahankan kepentingan. Baru baru ini Cina dikabarkan mengirimkan kapal induknya Liaoning ke Timur Tengah untuk membantu Russia melawan pemberontak Suriah. Selain Cina kabarnya Iran juga mengirimkan Destroyer buatan dalam negeri, Jamaran dan beberapa fregate untuk mengamankan kepentingannya. Russia juga mengirimkan beberapa kapal yang mempu membawa  misil dengan tingkat akurasi tinggi, Calibr yang kabarnya Russia telah menembajan 26 misil ini ke basis pasukan pemberontak yang jaraknya 1500 km dan semuanya tepat sasaran dengan koreksi 3 meter.

  Berbanding terbalik dengan pasukan timur yang semakin menumpuk kekuatannya, blok barat justru mengurangi armada lautnya di Timur Tengah. Kabarnya kapal induk amerika yang ada di wilayah Teluk akan dipindahkan karena masalah keuangan yang tentu ini akan mengurangi kekuatan mereka di sana.

Jikalau ada pertempuran di laut kemungkinan  besar pihak Timur yang akan menang walaupun Russia sedang ada masalah dengan ekonominya. Disini mungkin juga akan menjadi ajang pembuktinan siapa diantara Calibr dan Tomahawk yang lebih hebat dan akurat.

Pertempuran Darat

Al Quds Army

  Di darat pasukan timur akan berada sedikit diatas angin. Pasalnya pasukan timur sudah terbiasa dengan perang gerilya dan mereka sudah kenyang dengan pengalaman menginvasi atau diinvasi. Sementara di pihaka barat agak sedikit bermasalah karena pasukan barat khususnya Amerika kurang tahan terhadap cuaca gurun. Hal ini terbukti saat pasukan Amerika dan beberapa negara NATO yang kewalahan di Afganistan karena tidak tahan terhadap panas.

  Pasukan timur juga memiliki beberapa kelompok yang sudah banyak pengalaman perang seperti pasukan Hizbullah, Al Quds, Milisi Milisi Syiah, dan pasukan Chechnya. Di medan ini juga mungkin akan menjadi ajang pembuktian antara tank Merkava, Abrams, Chalanger yang akan melawan Zulfiqar, T 72, T 90, T 99 dan mungkin jika sudah mampu beroperasi T 14 Armata ( tank ini belum benar benar final ).

Di sini intelijen juga akan sangat berperan, diblok timur ada 3 negara yang memiliki intelijen kuat yaitu Amerika dengan CIA, Israel dengan Mossad, atau Inggris dengan M16 nya. Sementara di Pihak Timur ada Russia dengan FSB, Iran dengan pasukan Al Quds, atau Cina dengan kelompok peretas peretas hebat mereka.

Jika perang terbuka benar benar terjadi di Suriah kemungkinan tidak akan sampai ke perang nuklir namun perang media akan sangat dominan dimana tiap negara akan mengerahkan media masa yang dimilikinya untuk mengubah opini global. Jika dari segi militer mungkin pasukan barat akan lebih unggul tapi dari segi politik pasukan Timur yang menang karena mendukung pemerintah yang sah dan barat mendukung oposisi. Alasan ini bisa dijadikan pihak timur untuk membuat bumerang dan menjatuhkan pihak barat.

Iran, Bangsa Pemberani berhati lembut

Posted on

Masjid-Jamkaran-Iran9315

Hari raya Nauruz, ya ini adalah hari raya yang sangat penting bagi negara Iran. Naurus atau tahun baru Nauruz jatuh setiap tanggal 1 Farfardin. Nauruz sebenarnya tradisi bangsa Persia lebih dari 2.500 tahun lalu. Pada hari-hari Nauruz, masyarakat Iran saling berkunjung ke rumah sanak keluarganya, layaknya Idul Fitri dan Idul Adha di Indonesia. Tradisi ini juga berlangsung di Afghanistan, Tajikistan, Azerbaijan, Turkmenistan, hingga Pakistan.

Pada hari Nauruz biasanya aktivitas sekolah, perkantoran dan perkuliahan di Iran diliburkan selama beberapa hari dengan tujuan agar masyarakatnya dapat saling bersilaturahmi dengan keluarganya. Puncak dari liburan Nauruz biasanya pada tanggal 13 Farfadin. Pada tanggal tersebut biasanya masyarakat Iran akan merayakannya dengan keluar rumah dan mencari tempat terbuka untuk makan bersama dan berkumpul dengan anggota keluarga.
Selain karena awal tahun baru Iran, disebut Nauruz juga karena awal masuknya musim semi. Sebab, berbeda dengan kita, Iran memiliki empat musim yang semua musimnya punya suasana tersendiri. Seperti musim dingin, waktu malam lebih panjang daripada siang hari begitupula sebaliknya.
Di sisi lain, kemajuan teknologi Iran sangat mengejutkan negera-negara musuhnya seperti Amerika, Israel, maupun Inggris. Semua ini diraih Iran setelah Revolusi Iran tahun 1979 di bawah pimpinan Ayatullah Imam Khomeini yang kini dijabat Ayatullah Ali Khamenei. Selain karena Revolusi kemajuan Iran juga akibat dari embargo Amerika dan sekutunya sehingga iran dapat menjadi negara yang lebih mandiri.
Masalah teknologi Iran, termasuk teknologi nuklirnya dalam beberapa tahun terakhir ini memang sangat populer di banyak media di dunia ini. Terlepas dari benar atau hanya propaganda media-media dunia, berita itu juga dijadikan referensi oleh sejumlah media massa Indonesia. Saking gencarnya berita tersebut, sedikit sekali atau malah bisa dikatakan tidak ada media kita yang menyorot tentang perkembangan budaya, ekonomi, pendidikan, ilmu pengetahuan seperti ilmu logika, filsafat, fikih, Alquran hingga pengetahuan pemikiran lainnya di Iran.
Terlepas dari perbedaan negeri para mullah dengan kita, satu persamaan yang patut dibanggakan adalah kita dan Iran sama-sama muslim. Bedanya, mayoritas masyarakat Iran dari total penduduknya yang berjumlah sekitar 75 juta jiwa adalah bermazhab Imamiah Istna Asyar (12 imam) atau biasa dikenal dengan Mazhab Syiah atau Mazhab Ja’fari. Selain Syiah, di negeri Salman Alfarisi ini juga cukup banyak penganut Mazhab Sunni. Selain islam di negeri Persia ini juga terdapat agama Nasrani dan Yahudi yang semuanya hidup berdampingan dengan damai.
Di Indonesia ada Maulid Nabi Mohammad SAW di Iran juga ada dan justrutidak hanya satu peringatan saja namun dua, yaitu kelahiran dan wafatnya Nabi Mohammad SAW. Di hari kelahiran dan wafatnya Rasullulah Iran selalu menjadikannya libur nasional selama beberapa hari yang selanjutnya akan digunakan untuk menggelar majelis di masjid masjid Iran, baik majelis dalam rangka maulid maupun majelis duka karena wafatnya Rasulullah.
Satu hal yang sangat berbeda dengan Indonesia , rakyat Iran dalam majelis duka sangat mudah menangis hingga bersedu-sedu ketika diceritakan tentang perjuangan dan kesedihan Rasulullah saat berdakwah hingga wafatnya. Mereka juga sangat mudah menangis ketika diceritakan syahidnya Fatimah , putri Rasulullah. Apalagi sejarah mencatat bahwa Imam Syiah yaitu Imam Ali, Hasan, Husein, dan seterusnya, kesemuanya syahid dengan cara diracun atau dibunuh. Tak hanya di Majelis duka, rakyat Iran asli juga kebanyakan akan menangis bila ada yang menceritakan sejarah perjuangan Rasullulah dan sahabatnya, jadi anda jangan coba coba membuat orang Iran menangis 😀 .
Salah satu tragedi hal yang paling ditangisi warga Iran selain wafatnya rasululah adalah pembantaian cucu kesayangan rasululah, Husein di Karbala, Irak, atau biasa dikenal dengan Asyura, oleh ribuan tentara bani Umayyah di bawah kekhalifahan Yazid bin Muawwiyah.  Untuk peringatan ini, masyarakat Iran di mana-mana menggelar majelis duka hingga pawai besar-besaran. Dalam majelis itu juga mereka mendoakan orang yang syahid. Sangat berbeda dengan apa yang ada di Indonesia, kita di Indonesia justru hanya terbiasa memperingati hari lahirnya Nabi Muhammad saw, dengan menghadirkan penceramah yang “wajib” bisa melucu. Seolah, tak lucu ya tidak laku. Seolah di Indonesia tidak tau bagaimana kerasnya perjuangan rasululah dalam menegakan agama islam. Sebagai umat islam Indonesia, kita juga harus meneladani bagaimana lembutnya hati masyarakat Iran dan bagaimana kemandirian serta perjuangan Iran demi memanjukan bangsanya.

Kemajuan teknologi Iran

Posted on

Iran, negara Persia ini tentu merupakan negara yang sangat disegani. Banyak tokoh Indonesia yang mengakui kehebatan Iran, salah satunya adalah Dahlan Iskan. Berikut adalah artikel pujian dari Dahlan Iskan ke Iran yang saya ambil dari website PLN.  Artikel ini berjudul ” Ke Iran Setelah 20 Tahun Diembrgo “. Ini dia artikelnya :

jarak iran dengan israel  Baru sekali ini saya ke Iran. Kalau saja PLN tidak mengalami kesulitan mendapatkan  gas dari dalam negeri, barangkali tidak akan ada pikiran untuk melihat kemungkinan mengimpor gas dari negara para mullah ini.

Sudah setahun lebih PLN berjuang untuk mendapatkan gas dari negeri sendiri. Tapi hasilnya malah sebaliknya. Jatah gas PLN justru diturunkan terus menerus. Kalau awal tahun 2010 PLN masih mendapat jatah gas 1.100 mmscfd, saat tulisan ini dibuat justru tinggal 900 mmscfd. Perjuangan untuk mendapatkan tambahan gas yang semula menunjukkan tanda-tanda berhasil, belakangan redup kembali.

Gas memang sulit diraba sehingga tidak bisa terlihat ke mana larinya. Bisa jadi gas itu akan berbelok-belok dulu entah ke mana baru dari sana dijual ke PLN dengan harga yang sudah berbeda. Padahal PLN memerlukan gas sebanyak 1,5 juta mmscfd. Kalau saja PLN bisa mendapatkan gas sebanyak itu penghematannya bisa mencapai Rp 15 triliun setiap tahun. Angka penghematan yang mestinya menggiurkan siapa pun.

Maka saya memutuskan ke Iran. Apalagi upaya mengatasi krisis listrik sudah berhasil dan menuntaskan daftar tunggu yang panjang itu pasti bisa selesai bulan depan. Kini waktunya perjuangan mendapatkan gas ditingkatkan. Termasuk, apa boleh buat, ke negara yang sudah sejak tahun 1980-an diisolasi oleh Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya itu. Siapa tahu ada harapan untuk menyelesaikan persoalan pokok PLN sekarang ini: efisiensi. Sumber pemborosan terbesar PLN adalah banyaknya pembangkit listrik yang “salah makan”. Sekitar 5.000 MW pembangkit yang seharusnya diberi makan gas, sudah puluhan tahun diberi makan minyak solar yang amat mahal. Salah makan inilah yang membuat perut PLN kembung selama ini.

Kebetulan Iran memang lagi memasarkan gas dalam bentuk cair (LNG). Iran lagi membangun proyek LNG besar-besaran di kota Asaleuyah, di pantai Teluk Parsi. Saya ingin tahu benarkah proyek itu bisa jadi? Bukankah Iran sudah lebih 20 tahun dimusuhi dan diisolasi secara ekonomi oleh Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya dari seluruh dunia? Bukankah begitu banyak yang meragukan Iran bisa mendapatkan teknologi tinggi untuk membangun proyek LNG besar-besaran?

Saya pun terbang ke Asaleuyah, dua jam penerbangan dari Teheran. Meski Aseleuyah kota kecil ternyata banyak sekali penerbangan ke kota yang hanya dipisahkan oleh laut 600 km dari Qatar itu. Bandaranya kecil tapi cukup baik. Masih baru dan statusnya internasional. Pesawat-pesawat lokal seperti Aseman Air terbang ke sini. Inilah kota yang memang baru saja berkembang dengan pesatnya. Iran memang menjadikan kota Asaleuyah sebagai pusat industri minyak, gas dan petrokimia. Beratus-ratus hektar tanah di sepanjang pantai itu kini penuh dengan rangkaian pipa-pipa kilang minyak, kilang petrokimia dan instalasi pembuatan LNG.

Saya heran bagaimana Iran bisa mendapatkan semua teknologi itu di saat Iran lagi diisolasi oleh dunia barat. Memang terasa jalannya proyek tidak bisa cepat, tapi sebagian besar sudah jadi. Kilang minyaknya, kilang petrokimianya, kilang etanolnya sudah beroperasi dalam skala yang raksasa. Hanya kilang LNG-nya yang masih dalam pembangunan dan kelihatannya baru akan selesai dua tahun lagi.

Memang kalau saja Iran tidak diembargo proyek-proyek itu pasti bisa lebih cepat. Namun Iran tidak menyerah. Iran membuat sendiri banyak teknologi yang dibutuhkan di situ. Hanya bagian-bagian tertentu yang masih dia datangkan dari luar. Entah dengan cara apa dan entah lewat mana. Yang jelas barang-barang itu bisa ada. Orang, kalau kepepet biasanya memang banyak akalnya. Asal tidak mudah menyerah. Demikian juga Iran. Bahkan keperluan listrik untuk industri petrokimia itu Iran akhirnya bisa membuat pembangkit sendiri. Termasuk bisa membuat bagian yang paling sulit di pembangkit listrik: turbin. Maka Iran kini sudah berhasil menguasai teknologi pembangkit listrik tenaga gas, baik open cycle maupun combine cycle.

Kemampuan membuat pembangkit listrik ini pun semula agak saya ragukan. Belum pernah terdengar ada negara Islam yang mampu membuat pembangkit listrik secara utuh. Karena itu setelah meninjau proyek LNG saya minta diantar ke pabrik turbin itu. Saya ingin melihat sendiri bagaimana Iran dipaksa keadaan untuk mengatasi sendiri kesulitan teknologinya.

Ternyata benar. Pabrik turbin itu sangat besar. Bukan hanya bisa merangkai, tapi membuat keseluruhannya. Bahkan sudah mampu membuat blade-blade turbin sendiri. Termasuk mampu menguasai teknologi coating blade yang bisa meningkatkan efisiensi turbin. Baru 10 tahun Iran menekuni alih teknologi pembangkit listrik ini. Sekarang Iran sudah memproduksi 225 buah turbin dari berbagai ukuran. Mulai dari 25 MW sampai 167 MW. Bahkan Iran sudah mulai ekspor turbin  ke Libanon, Syria dan Iraq. Bulan depan sudah pula mengekspor suku cadang turbin ke India. Bulan lalu pabrik turbin Iran ini merayakan produksi bladenya yang ke 80.000 buah!

Kesimpulan saya: inilah Negara Islam pertama yang mampu membuat turbin dan keseluruhan pembangkit listriknya. Saya dan rombongan PLN diberi kesempatan meninjau semua proses produksinya. Dari A sampai Z. Termasuk memasuki laboratorium metalurginya. Dengan kemampuannya ini, untuk urusan listrik, Iran bisa mandiri. Bahkan untuk pemeliharaan pembangkit-pembangkit listrik yang lama Iran tidak tergantung lagi ke pabrik asalnya. Mesin-mesin Siemen lama dari Jerman atau GE dari USA bisa dirawatnya sendiri. Iran sudah bisa memproduksi suku cadang untuk semua mesin pembangkit Siemen dan GE. Bahkan sudah dipercaya oleh Siemen untuk memasok ke negara lain. “Anak perusahaan kami sanggup melakukan pemeliharaan pembangkit-pembangkit listrik PLN dengan menggunakan suku cadang dari sini,” kata manajer di situ. Pabrik ini memiliki 32 anak perusahaan, masing-masing menangani bidang yang berbeda di sektor listrik. Termasuk ada anak perusahaan yang khusus bergerak di bidang pemeliharaan dan operasi pembangkitan.

Bisnis kelihatannya tetap bisnis. Saya tidak habis pikir bagaimana Iran tetap bisa mendapatkan alat-alat produksi turbin berupa mesin-mesin dasar kelas satu buatan Eropa: Itali, Jerman, Swiss dan seterusnya. Saya juga tidak habis pikir bagaimana pabrik pembuatan turbin ini bisa mendapatkan lisensi dari Siemen.

Rupanya meski Iran membenci Amerika dan sekutunya tapi tidak sampai membenci produk-produknya. Iran membenci Amerika hanya karena Amerika membantu Israel. Ini jauh dari bayangan saya sebelum datang ke Iran. Saya pikir Iran membenci apa pun yang datang dari Amerika. Ternyata tidak. Bahkan Coca-cola dijual secara luas di Iran. Demikian juga Pepsi dan Miranda. Belum lagi Gucci, Prada dan seterusnya.

Intinya: dengan diembargo oleh Amerika Serikat dan sekutunya, Iran hanya mengalami kesulitan pada tahun-tahun pertamanya. Kesulitan itu membuat Iran kepepet, bangkit dan mandiri. Kesulitan itu tidak sampai membuatnya miskin apalagi bangkrut. Justru Iran dipaksa menguasai beberapa teknologi yang semula menjadi ketergantungannya.

Banyaknya proyek yang sedang dikerjakan sekarang menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi Iran terus berjalan. Mulai dari pengembangan bandara di mana-mana, pembangunan jalan layang sampai pun ke industri dasar. Tidak ketinggalan pula industri mobil.

Kegiatan ekonomi di Iran memang tidak gegap-gempita seperti Tiongkok, tapi tetap terasa menggeliat. Pertumbuhan ekonominya sudah bisa direncanakan 6 persen tahun ini. Mulai meningkat drastis dibanding tahun-tahun pertama sanksi ekonomi diberlakukan. “Sebelum ada sanksi ekonomi, Iran hanya mampu memproduksi 300.000 mobil setahun. Sekarang ini Iran memproduksi 1,5 juta mobil setahun,” ujar seorang CEO perusahaan terkemuka di Iran.

Kami mendarat di bandara internasional Imam Khomeini Teheran menjelang waktu shalat Jumat. Maka saya pun ingin segera ke masjid: sembahyang Jumat. Saya tahu tidak ada kampung di sekitar bandara ini. Dari atas terlihat bandara ini seperti benda jatuh di tengah gurun tandus yang maha luas. Tapi setidaknya pasti ada masjid di bandara itu.

Memang ada masjid di bandara itu tapi tidak dipakai sembahyang Jumat. Saya pun minta diantarkan ke desa atau kota kecil terdekat. Ternyata saya kecele. Di Iran tidak banyak tempat yang menyelenggarakan sembahyang Jumat. Bahkan di kota sebesar Teheran, ibukota negara dengan penduduk 16 juta orang itu, hanya ada satu tempat sembahyang Jumat. Itu pun bukan di masjid tapi di universitas Teheran. Dari bandara memerlukan waktu perjalanan 1 jam. Atau bisa juga ke kota suci Qum. Tapi jaraknya lebih jauh lagi. Di Negara Islam Iran, Jumatan hanya diselenggarakan di satu tempat saja di setiap kota besar.

“Jadi, tidak ada tempat Jumatan di bandara ini?,” tanya saya.

“Tidak ada. Kalau kita kita mau Jumatan harus ke Teheran (40 km)  atau ke Qum (70 km). Sampai di sana waktunya sudah lewat,” katanya.

Shalat Jumat ternyata memang tidak wajib di Negara Islam Iran yang menganut aliran Syiah itu. Juga tidak menggantikan shalat dzuhur. Jadi siapa pun yang shalat Jumat tetap harus shalat dzuhur.

Karena hari Jumat adalah hari libur, saya tidak dijadwalkan rapat atau meninjau proyek. Maka waktu setengah hari itu saya manfaatkan untuk ke kota suci Qum. Jalan toll-nya tidak terlalu mulus tapi sangat OK: enam jalur dan tarifnya hanya Rp 4000. Tarif itu kelihatannya memang hanya dimaksudkan untuk biaya pemeliharaan saja.

Sepanjang perjalanan ke Qum tidak terlihat apa pun. Sejauh mata memandang yang terlihat hanya  gurun, gunung tandus dan jaringan listrik. Saya bayangkan alangkah enaknya membangun SUTET di Iran. Tidak ada urusan dengan penduduk. Alangkah kecilnya gangguan listrik karena tidak ada jaringan yang terkena pohon. Pohon begitu langka di sini.

Begitu juga letak kota suci Qum. Kota ini seperti berada di tengah-tengah padang yang tandus. Karena itu bangunan masjidnya yang amat besar, yang berada dalam satu komplek dengan madrasah yang juga besar, kelihatan sekali menonjol sejak dari jauh.

Tujuan utama kami tentu ke masjid itu. Inilah masjid yang luar biasa terkenalnya di kalangan ummat Islam Syiah. Kalau pemerintahan Iran dikontrol ketat oleh para mullah, di Qum inilah pusatnya mullah. Demokrasi di Iran memang demokrasi yang dikontrol oleh ulama. Presidennya sendiri dipilih secara demokratis untuk masa jabatan paling lama dua kali, tapi sang presiden harus taat kepada pemimpin tertinggi agama yang sekarang dipegang oleh Imam Khamenei. Siapa pun bisa mencalonkan diri sebagai presiden (tidak harus dari partai) tapi harus lolos seleksi oleh dewan ulama.

Tapi Sang Imam bukan seorang diktator mutlak. Dia dipilih secara demokratis oleh sebuah lembaga yang beranggotakan 85 mullah. Masing-masing mullah itu pun dipilih langsung secara demokratis oleh rakyat.

Dalam praktek sehari-hari ternyata tidak seseram yang kita bayangkan. Amat jarang lembaga keagamaan ini mengintervensi pemerintah. “Dalam lima tahun terakhir kita belum pernah mendengar campur tangan dari mullah ke pemerintah,” ujar seorang CEO perusahaan besar di Teheran.

Saya memang kaget melihat kehidupan sehari-hari di Iran, termasuk di kota suci Qum. Banyak sekali wanita yang mengendarai mobil. Tidak seperti di negara-negara di jazirah Arab yang wanitanya dilarang mengendarai mobil. Bahkan orang Iran  menilai negara yang melarang wanita mengendarai mobil dan melarang wanita memilih dalam pemilu bukanlah negara yang bisa menyebut dirinya Negara Islam.

Dan lihatlah cara wanita Iran berpakaian. Termasuk di kota suci Qum. Memang semua wanita diwajibkan memakai kerudung (termasuk wanita asing), tapi ya tidak lebih dari kerudung itu. Bukan jilbab, apalagi burqah. Kerudung itu menutup rapi kepala tapi boleh menyisakan bagian depan rambut mereka. Maka siapa pun bisa melihat mode bagian depan rambut wanita Iran. Ada yang dibuat modis sedikit keriting dan sedikit dijuntaikan keluar dari kerudung. Ada pula yang terlihat dibuat modis dengan cara mewarnai rambut mereka. Ada yang blonde, ada pula yang kemerah-merahan.

Bagaimana baju mereka? Pakaian atas wanita Iran umumnya juga sangat modis. Baju panjang sebatas lutut atau sampai ke mata kaki. Pakaian bawahnya hampir 100 persen celana panjang yang cukup ketat. Ada yang terbuat dari kain biasa tapi banyak juga yang celana jean. Dengan tampilan pakaian seperti itu, ditambah dengan tubuh mereka yang umumnya langsing, wanita Iran terlihat sangat modis. Apalagi, seperti kata orang Iran, dari 10 wanita Iran yang cantik adalah 11! Sedikit sekali saya melihat wanita Iran yang memakai burkah, itu pun tidak ada yang sampai menutup wajah.

Sampai ke kota Qum, sembahyang Jumatnya memang sudah selesai. Ribuan orang bubaran keluar dari masjid. Saya pun melawan arus masuk ke masjid melalui pintu  15. Setelah shalat dzuhur saya ikut ziarah ke makan Fatimah yang dikunjungi ribuan Jemaah itu. Makan ini letaknya di dalam masjid sehingga suasananya mengesankan seperti ziarah ke makan Rasulullah di masjid Nabawi. Apalagi banyak juga oarng yang kemudian shalat dan membaca Quran di dekat situ yang mengesankan orang seperti berada di Raudlah.

Yang juga menarik adalah strata sosialnya. Kota metropolitan Teheran dengan penduduk 16 juta dan dengan ukuran 50 km garis tengah adalah kota yang sangat besar. Sebanding dengan Jakarta dengan Jabotabeknya. Tapi tidak terlihat ada  keruwetan lalu-lintas di Teheran. Memang Teheran tidak memiliki kawasan yang cantik Jalan Thamrin-Sudirman namun sama sekali tidak terlihat ada kawasan kumuh seperti Pejompongan dan Bendungan Hilir.  Memang tidak banyak gedung-gedung pencakar langit yang cantik, tapi juga tidak terlihat gubuk dan bangunan kumuh.

Kota Teheran tidak memiliki bagian kota yang terlihat mewah, tapi juga tidak terlihat ada bagian kota yang miskin. Teheran bukan kota yang sangat bersih tapi juga tidak terasa kotor. Di jalan-jalan yang penuh dengan mobil itu saya tidak melihat ada Mercy mewah apalagi Ferrari, tapi juga tidak ada bajaj, motor atau mobil kelas 600 sampai 1.000 cc. Lebih 90% mobil yang memenuhi jalan adalah sedan kelas 1.500 sampai 2.000 cc. Saya tidak melihat ada mall-mall yang besar di Teheran, tapi saya juga sama sekali tidak melihat ada pedagang kaki lima, apalagi pengemis. Wanitanya juga tidak ada yang sampai pakai burqah, tapi juga tidak ada yang berpakaian merangsang. Orangnya rata-rata juga ramah dan sopan. Baik dalam sikap maupun kata-kata.

Pemerataan pembangunan terasa sekali berhasil diwujudkan di Iran. Semua rumah bisa masak dengan gas yang dialirkan melalui pipa tersentral. Demikian juga 99% rumah di Iran menikmati listrik –untuk tidak menyebutkan 100%.

Melihat Iran seperti itu saya jadi teringat makna kata yang ditempatkan di bagian paling tengah-tengah al Quran: Wal Yatalaththaf!

Bagaimana Iran ke depan? Mengapa setelah lebih 20 tahun diisolasi dan diembargo Amerika Serikat Iran tidak kolaps seperti Burma, Korut atau Kuba?

Banyak faktor yang melatar belakanginya. Pertama, saat mulai diisolasi dulu kondisi Iran sudah cukup maju. Kedua, tradisi keilmuan bangsa Iran termasuk yang terbaik di dunia. Ketiga, Iran penghasil minyak dan gas yang sangat besar. Keempat, jumlah penduduk Iran cukup besar untuk bisa mengembangkan ekonomi domestic. Kelima, tradisi dagang masyarakat Iran sudah terkenal dengan golongan bazarinya.

Tradisi dagang itu tidak mudah dikalahkan. Pedagang selalu bisa berkelit dari kesulitan. Ini berbeda dengan tradisi agraris. Seperti Tiongkok, meski 60 tahun dikungkung oleh komunisme Mao Zedong yang kaku, penduduknya tetap tidak lupa kebiasaan dagang. Demikian juga warga Iran. Ini terbukti sampai sekarang pun. Setelah lebih 20 tahun diisolasi pun sektor jasa masih menyumbang sampai 40% GDP negara itu.

Penduduk Iran yang 75 juta orang juga menjadi kekuatan ekonomi tersendiri. Apalagi saat mulai diisolasi oleh Amerika tahun 80-an, kondisi Iran sudah tidak tergolong negara miskin. Kelas menengah di Iran sangat dominan. Inilah factor yang dulu membuat revolusi Islam Iran tahun 1979 berhasil menumbangkan diktator Syah Pahlevi. Keberhasilan itu disebabkan  masyarakat di Iran didominasi kaum bazari. Pedagang kelas menengah. Yakni bukan konglomerat yang ketakutan ditebas penguasa, dan bukan pedagang kecil yang takut kehilangan tempat bergantung.

Belum lagi kekayaan alamnya. Iran adalah negara kedua terbesar penghasil minyak dan gas alam. Bukan hanya memiliki cadangan besar, tapi juga mampu melakukan drilling dan pengolahan sendiri. Tidak ada lagi ketergantungan akan teknologi  drilling dan pengolahan.

Salah satu sumber gasnya, yang baru saja ditemukan, akan membuat negara itu kian berkibar. Di lepas pantainya, di Teluk Parsi, ditemukan ladang gas terbesar di dunia. Ladang itu setengahnya berada di wilayah Qatar dan setengahnya lagi di wilayah Iran.  Tahun 1999 lalu Qatar sudah berhasil menyedot gas bawah laut itu dari wilayah Qatar. Kalau Iran tidak menyedotnya dari wilayah Iran tentu semua gas itu akan disedot Qatar. Karena itu Iran juga bergegas menyedotnya dari sisi timur. Tahun 2003 lalu Iran sudah berhasil menyedot gas itu dan akan terus meningkatkan sedotannya. “Tiga tahun lagi kemampuan Iran menyedot gas itu sudah sama dengan Qatar,” ujar CEO perusahaan gas di sana.

Untuk menggambarkan seberapa besar potensi gas itu baiknya dikutip kata-kata CEO yang saya temui di atas. “Seluruh gas Iran di situ harganya USD 12 triliun,” katanya. Ini sama dengan 12 kali seluruh kekuatan ekonomi Indonesia yang USD 1 triliun saat ini. “Kalau gas itu diambil dalam skala seperti sekarang baru akan habis dalam 200 tahun,” tambahnya.

Gas itu letaknya memang 3.000 meter di bawah laut, namun dalamnya laut sendiri hanya 50 meter. Secara teknis ini jauh lebih mudah pengambilan gasnya daripada misalnya gas bawah laut Indonesia di Masela, di laut Maluku Tenggara.

Memang masih ada kendala ekonomi yang mendasar. Defisit anggaran masih menghantui, subsidi masih besar, laju inflasi masih tinggi dan akses perdagangannya masih  terjepit oleh sanksi Amerika. Inflasi yang tinggi itu akibat naiknya harga bahan makanan, gas dan BBM. Bahkan akibat inflasi itu Iran harus mencetak mata uang dengan pecahan lebih besar dari rupiah. Kalau pecahan rupiah paling besar Rp 100.000, real Iran terbesar adalah 500.000 real (1 real hampir sama dengan Rp 1). Bahkan ada juga real lembaran 1.000.000, meski penggunaannya hanya di lingkungan terbatas.

Seperti Indonesia, Iran juga merencanakan menghapus empat nol di belakang real yang terlalu panjang itu. Hanya saja penghapusan nol tersebut baru akan dilakukan setelah inflasinya stabil kelak. Itulah sebabnya pemerintah Iran kini mati-matian  memperbaiki fondasi ekonominya. Tahun lalu parlemen Iran sudah menyetujui dilaksanakannya “reformasi ekonomi”. Sebuah reformasi yang sangat penting dan mendasar. Inti dari reformasi itu adalah menjadikan ekonomi Iran sebagai “ekonomi pasar”. Artinya harga-harga harus ditentukan oleh pasar. Tidak boleh lagi ada subsidi. Reformasi ekonomi itu ditargetkan harus berhasil dalam lima tahun ke depan.

Begitu pentingnya reformasi untuk meletakkan dasar-dasar ekonomi Iran itu, sampai-sampai Presiden Ahmadinejad berani mengambil resiko dihujat dan dibenci rakyatnya dua tahun terakhir ini. Subsidi pun dia hapus. Harga-harga merangkak naik. Ahmadinejad tidak takut tidak popular karena ini memang sudah masa jabatannya yang kedua, yang tidak mungkin bisa maju lagi jadi presiden.

Bahwa kini Iran memilih jalan ekonomi pasar sungguh mengejutkan. Alasannya pun “sangat ekonomi”: untuk meningkatkan produktivitas nasional dan keadilan sosial. Subsidi (subsidi BBM tahun lalu mencapai USD 84 juta), menurut pemerintah, lebih banyak jatuh kepada orang kaya. Karena itu daripada anggaran dialokasikan untuk subsidi lebih baik langsung diarahkan untuk golongan yang berhak.

Pemikiran reformasi ekonomi seperti itulah yang tidak ada di negara-negara lain yang diisolasi Amerika Serikat. Inilah juga faktor yang membuat Iran tidak akan tertinggal seperti Burma, Kuba atau Libya. Dengan bendera sebagai Negara Islam pun Iran tetap menjunjung tinggi ilmu ekonomi yang benar. Tradisi keilmuan di Iran, termasuk ilmu ekonomi, memang sudah tinggi sejak zaman awal peradaban. Inilah salah satu bangsa tertua di dunia dengan peradaban Arya yang tinggi.

Dalam situasi terjepit sekarang pun, tradisi keilmuan itu tetap menonjol. Iran kini tercatat sebagai satu di antara 15 negara yang mampu mengembangkan nanoteknologi. Iran juga termasuk 10 negara yang mampu membuat dan meluncurkan sendiri roket luar angkasa.

Di bidang rekayasa kesehatan, Iran juga menonjol: teknologi stemcell, kloning dan jantung buatan sudah sangat dikenal di dunia. Bahkan untuk stemcell Iran masuk 10 besar dunia.

Maka tidak heran kalau Iran juga tidak ketinggalan dalam penguasaan teknologi perminyakan, pembangkit listrik dan otomotif. Jangankan jenis teknologi itu, nuklir pun Iran sudah bisa membuat, lengkap dengan kemampuannya memproduksi uranium hexaflourade yang selama ini hanya dimiliki oleh enam negara.

AS kelihatannya berhasil membuat Burma, Korut, Kuba dan Libya menderita dengan embargonya. Tapi tidak untuk Iran. Ke depan posisi Iran justru kian baik, antara lain karena “dibantu” oleh Amerika Serikat sendiri. Sudah lama Iran ingin menumbangkan Saddam Husein di Iraq, namun selalu gagal. Perang Iran-Iraq yang sampai 8 tahun pun tidak berhasil mengalahkan Saddam Husein. Iran tidak menyangka bahwa Saddam dengan mudah ditumbangkan oleh AS.

Dengan tumbangnya Saddam Husein maka Iraq kini dikuasai oleh para pemimpin yang hati mereka memihak Iran. Banyak pemimpin Iraq saat ini adalah mereka yang di masa Saddam dulu terusir ke luar negeri, dan mereka bersembunyi di Iran. Bahkan saat terjadi perang Iran-Iraq dulu, mereka ikut angkat senjata bersama tentara Iran menyerbu Iraq.

Demokrasi yang diperjuangkan AS di Iraq telah membuat golongan mayoritas berkuasa di Iraq. Padahal mayoritas rakyat Iraq adalah Islam Syi’ah. Golongan Sunni hanya 40 persen, itu pun tidak utuh. Yang separo adalah keturunan Arab sedang separo lagi keturunan Kurdi. Ada kecenderungan keturunan Kurdi memilih berkoalisi dengan Syi’ah. Padahal yang golongan Arab itu pun masih juga terpecah-pecah ke dalam berbagai kabilah. Saddam Husein, misalnya, datang dari suku Tikrit yang jumlahnya hanya sekitar 10% dari penduduk Iraq.

Dengan gambaran seperti itu maka masa depan hubungan Iran dan Iraq tinggal menunggu waktu yang tepat untuk menjadi amat mesra. Waktu yang tepat itu adalah ini: mundurnya AS 100% dari Iraq. Dan itu tidak akan lama lagi. Pekan lalu pimpinan Iraq sudah mengatakan “Iraq hanya perlu bantuan militer untuk menjaga perbatasan, bukan untuk urusan dalam negeri”.

Maka tidak lama lagi Iraq akan menjadi “negara ketiga” yang akan mengalirkan barang dari dan ke Iran. Dan kalau ini terjadi, masih ada gunanyakah Iran diisolasi?

 

Dahlan Iskan

CEO PLN

Sekian artikel yang saya ambil dari web PLN.

7 Pesawat Angkut yang Cocok Untuk Indonesia

Posted on

Antonov_An_70_transport_military_airplane_sunset_sunrise_sky_1920x1200

Pesawat angkut adalah salah satu bagian penting dalam militer, dengan kehadiran pesawat angkut maka akan mempermudah dalam memobilisasi pasukan, alutsista dan lain lain. Hal itulah yang membuat pentingnya pesawat angkut, terutama bagi negara kepulauan seperti indonesia. pesawat angkut yang kuat dan memiliki daya angkut yang besar sangat cocok bagi negara kepulauan seperti indonesia. baru baru ini telah terjadi tragedi jatuhnya pesawat hercules C 130 milik TNI AU yang telah berumur lebih dari setengah abab menjadikan perlunya peremajaan pesawat angkut indonesia. Berikut akan saya paparkan beberapa pesawat angkut yang cocok untuk digunakan Indonesia.

1. Airbus A400M

A 400M

Airbus A400M dibuat oleh Airbus Military yang merupakan salah satu pesawat angkut militer turboprop tercanggih di dunia. Saat ini A400M dinegara sendiri sedang diprioritaskan untuk menggantikan pesawat Hercules C-130 dan Transall C-160. Pesawat ini juga mampu membawa muatan hingga 37 ton dengan berat maksimal untuk lepas landas 141 ton

Pesawat ini memiliki panjang 45,1 m, rentang sayap 42,4 m, tinggi 14,7 m, berat kosong 76 ton dan memiliki harga dikisaran USD 207 juta .A400 M terbang perdana pada bulan Desember 2009 dan pesawat yang pertama dikirimkan ke Angkatan Udara Perancis pada bulan Agustus 2013. Pesawat ini dapat digunakan untuk berbagai hal seperti misi mobilisasi alat-alat berat, personel, air-drop, sebagai pesawat tanker pengisi bahan bakar di udara dan untuk misi evakuasi saat terjadi bencana. Pesawat ini menggunakan empat mesin turboprof EuroProp International TP400-D6 untuk menggerakan dua buah baling balingn pada tiap sayapnya. Kecepatan jelajah maksimum pesawat ini adalah 555 km/jam dan mampu terbang hingga jarak 8.700 km

2. Ilyushin Il-76

The first ever Antarctic Ice Marathon races were held at the weekend of January 7th / 8th deep in the Antarctic Circle at 80 Degrees South. The snow and ice course followed a 26.2-mile circuit around the foothills of the Ellsworth mountains with competitors having to contend with altitude, sub-zero temperatures and strong katabatic winds blowing from the South Pole. Evgeniy Gorkov of Russia won the menÕs marathon in a time of 5:09:38 with John 0ÕRegan of Ireland second (5:16:31) and Steven Seaton (UK) third (5:39:35). The womenÕs event was won by ScotlandÕs Wendy MacKinnon in a time of 6:33:30. Richard Donovan of Ireland ran the first ever 100k on the continent, completing the distance in a time of 15:43:55.

Ilyushin Il-76 (Kode NATO: Candid) dikembangkan oleh Ilyushin Aviation Complex. Pesawat ini dapat lepas landas dengan berat maksimum 210 ton termasuk 60 ton muatannya. Pesawat ini telah digunakan oleh beberapa negara seperti Rusia, Iran, Ukraina, India dan lain lain. Pesawat kebanggaan Rusia ini memiliki panjang 46,59 m, rentang sayap 50,5 m, tinggi 14,76 m dan berat kosongnya 92,5 ton.

Ilyushin Il-76 terbang pertama kali pada Maret 1971 dan mulai digunakan oleh Angkatan Darat Uni Soviet pada bulan Juni 1974. Beberapa varian angkut militer Il-76 antara lain adalah Il-76MD, Il-76MD-90, Il-76MD-90A dan Il-76MF. Il-76 varian standar didukung oleh empat mesin turbojet D-30KP, sedangkan Il-76 versi upgrade dilengkapi dengan empat mesin turbojet PS-90A-76 yang masing-masing dapat menghasilkan daya dorong hingga 156,9 kN. Kecepatan pesawat ini bervariasi mulai dari 770 km/jam hingga 850 km/jam tergantung dari varian.

3. Antonov 124 Ruslan

Antonov 24 Ruslan

AN-124 Ruslan (Kode NATO: Condor), dikembangkan oleh perusahaan Antonov, Pesawat ini merupakan pesawat angkut militer terbesar di dunia yang berdasarkan bobot maksimal lepas landas yang mencapai 392 ton. Pesawat yang super besar ini mampu mengangkut muatan hingga 120 ton. AN-124 Ruslan terbang untuk pertama kali pada Desember 1982. Pesawat ini memiliki panjang 69,1 m, rentang sayap 73, 3 m, tinggi 20,78 m dan beratnya saat masih kosong 175 ton.
Antonov 24 Ruslam menggunakan empat mesin turbofan Ivchenko Progress D-18T sebagai dapur pacunya dan masing-masing memberikan daya dorong yang sangat besar hingga 229,85 kN. Landing gear multi-roda AN-124 menjadikan pesawat ini mampu dioperasikan di landasan pacu yang tak beraspal. Pesawat ini memiliki kecepatan jelajah 800 km/jam hingga 850 km/jam dan jangkauan 7.500 km. Pesawat ini dulu pernah digunakan Rusia untuk mengirim pesawat tempur sukhoi yang dipesan oleh Indonesia.

4. C 5M Super Galaxy

C-5-Galaxy

C-5M Super Galaxy diproduksi Lockheed Martin dan merupakan pesawat angkut militer terbesar yang digunakan oleh Angkatan Udara AS. C 5M Super Galxy adalah versi upgrade dari pesawat C-5 Galaxy dan dapat terbang dengan bobot maksimum 381 ton dengan muatan 129,2 ton di dalamnya.

sedangkan C-5M Super Galaxy mulai digunakan Amerika pada tahun 2009. C-5M memiliki panjang 75,5 m dan tinggi 19,8 m serta rentang sayap 67, 91 m. Pesawat ini memiliki 4 mesin turbofan GE CF-80C2 yang masing-masing memberikan daya dorong 225 kN. C-5M Super Galaxy dapat terbang dengan kecepatan jelajah 834 km/jam dengan jangkauan maksimum 9.723 km.

5. Kawasaki XC 2

Kawasaki XC 2

XC-2 adalah pesawat angkut militer dikembangkan oleh Kawasaki Heavy Industries untuk Angkatan Udara Pasukan Bela Diri Jepang (JASDF). Pesawat angkut taktis jarak menengah ini digunakan untuk menggantikan pesawat Kawasaki C-1 dan Hercules C-130 dalam armada JASDF. Pesawat seharga USD 120 juta ini terbang pertama kali dari pangkalan udara Gifu pada Januari 2010.Pesawat ini ditenagai oleh dua buah mesin turbofan GE CF6-80C2K1F yang memberikannya daya dorong total 532 kN. Kecepatan maksimum XC-2 adalah 890 km/jam dan jangkauan hingga 10.000 km dengan penerbangan feri.

6. Antonov AN 70

Antonov_An_70_transport_military_airplane_sunset_sunrise_sky_1920x1200

AN-70 adalah pesawat angkut militer jarak menengah yang dapat lepas landas dan mendarat di jarak pendek (STOL) yang dikembangkan oleh Antonov, Rusia. Berat maksimum AN-70 untuk dapat lepas landas adalah 130 ton dan dapat mengangkut kargo hingga 40 ton.

Prototipe AN-70 pertama kali terbang pada bulan Desember 1994, tapi pesawat ini baru mulai diproduksi pada tahun 2012 karena ada beberapa masalah dalam produksi. AN-70 didukung oleh empat mesin prop-fan Progress D-27, yang mampu memberikannya kecepatan dorong hingga 780 km/jam dan lebih hemat bahan bakar hingga 20-30% dibandingkan turbojet sekelas saat ini. Dengan muatan sebesar 20 ton, AN-70 dapat terus terbang sejauh 6.600 km dan mampu terbang hingga 8.000 km secara feri. Pesawat ini memiliki panjang 40,7 m, rentang sayang 44 m, tinggi 16,38 m dan berat kosong 66 ton. Pesawat ini terbilang cukup murah dikelasnya karena hanya seharga USD 60 juta.

7. CN 295

CN295M

Pesawat CN-295 merupakan pesawat angkut yang sudah menggunakan kokpit full glass, avionik digital dan sepenuhnya kompatibel menggunakan night vision goggles (NVG), CN-295 mampu membawa sampai dengan total 9 ton kargo atau kurang lebih 71 personel.
Pesawat ini juga mampu terbang sampai ketinggian 25 ribu kaki dengan kecepatan jelajah maksium 480 km/jam. CN 295 menggunakan 2 mesin Turboprop Pratt & Whitney Canada (PW 127G). pesawat ini juga mampu melaksanakan lepas landas dan melaksanakan pendaratan pada landasan yang pendek (STOL/ Short Take Off & Landing). Memang pesawat ini cukup kecil dan kalah dibandingkan pesawat lainnya yang telah saya sebutkan diatas namun pesawat ini memiliki keunggulan yaitu, PT DI sudah dapat membuatnya sehingga pesawat ini sedikit memiliki nilai plus di mata rakyat Indonesia.

Catatan :

1. Dalam waktu dekat ini mungkin Antonov tidak dapat melanjutkan produksi pesawatnya dikarenakan krisis yang terjadi di Ukraina

2. Sempat dikabarkan juga bahwa salah satu kadidat pengganti pesawat Hercules C 130 Indonesia adalah Boeing C 17 Globemaster III namun menurut saya hal itu tidak akan terjadi karena Boeing sudah mengatakan bahwa akan menghentikan produksi C 17 GlobeMaster III karena mahalnya biaya produksi. Jadi yang tersisa nantinya hanya pesawat bekas dan TNI serta Pemerintah Indonesia sudah mengatakan bahwa tak akan membeli pesawat bekas lagi.