Latest Event Updates

Sejarah Iran, Revolusi Umat Islam Terbesar Masa Kini

Posted on Updated on

revolusi-iran

Iran saat Perang Dunia

Iran, negara yang penuh misteri masa lalu dan kekuatan yang melegenda ini tentu sudah tak asing bagi kita. Iran yang dahulu bernama Persia ini telah benyak melahirkan ilmuan dan pemikir pemikir terkenal dan berpengaruh bagi dunia. Para penerjemah hadist baik dari kalangan Sunni atau Syiah juga banyak di iran, seperti Syeikh Saduq, Syeikh Kulainy, Imam Bukhari, Imam Muslim serta Halim Al Nishaburi.

Ahli agama juga banyak yang berasal dari Iran seperti Syeikh Tusi, Imam Ghazali, Imam Fakhr ar Razi dan lain lain. Orang terkenal lain dari persia juga ada Al Farabi, Avicenna, Rumi serta Abdul Qadir Jaelani.

Penemuan minyak di Iran satu abad yang lalu juga telah membuat adanya kesepakatan Anglo- Russian Convention pada 1907, yang berisi persia dibagi menjadi beberapa wilayah kekuasaan. Negara ini pada PD 1 dikuasai Inggris dan Russia hingga pada 1919 Inggris menetapkan Protectorate di Iran yang menyebabkan Russia terpaksa mundur dari Iran pada 1921. Ditahun yang sama juga telah terjadi kudeta ditengah kekosongan pemerintahan yang melanda Iran. Persian Cossack Brigade yang dipimpin oleh Reza Khan berhasil mengkudeta pemerintahan dan memdeklarasikan diri sebagai Syah ( Raja Iran ) pada 1925 dari Dinasti Pahlevi.

Sebagai salah satu negara penghasil minyak terbesar di dunia, Iran sangat penting peranannya dalam Perang Dunia 2. Dalam perang dunia 2 Iran adalah pemasok bahan bakar ke Uni Soviet, markas Inggris, India serta Soviet. Pada 1943 lahirlah konferensi Tehran yang diperolehlah Tehran Declaration yang isinya menjamin kemerdekaan Iran setelah perang berakhir. Namun fakta berkata lain, setelah perang usai Soviet tidak mau menarik pasukannya dan justru mendirikan negara baru yaitu Pemerintahan Rakyat Azerbaijan dan Republik Kurdistan pada 1941.

Terjadinya Revolusi Terbesar di Dunia

revolusi-islam-iran

Pada masa pemerintahan Syah Reza Pahlevi, telah terjadi banyak kemerosotan moral di Iran. Diantaranya  saat perayaan 2500 tahun berdirinya kerajaan Persia yang diadakan di Persepolis pada Oktober 1971. Perayaan yang diadakan selama 3 hari ini telah menghabiskan biaya 100 hingga 120 juta dolar. Di perayaan ini juga tersaji minuman keras dan makanan yang dibuat oleh koki koki dari Paris. Perayaan besar bagi penduduk asing ini telah banyak menyengsarakan rakyat, banyak terjadi kelaparan dimana mana.

Pada 1976, Syah Reza membuat kemarahan yang sangat sangat besar dari umat islam Iran dengan mengganti kalender Hijriah dengan kalender kerajaan. Perhitungan kalender kerajaan itu dimulai dari tahun 529 SM sehingga dalam semalam, tahun di iran berubah dari tahun 1355 menjadi tahun 2535.

23 Oktober 1977, Ayatullah al Hajj Sayid Mustafa Khomeini syahid secara misterius di Najaf, Irak. Putra sulung imam Khomeini ini telah mendalami banyak ilmu agama sejak berusia 15 tahun. Ia telah banyak berguru pada ulama ulama besar seperti Imam Khomeini, Ayatullah Burujerdi, Sayyid Muhammad Al Damad dan lain lain. Pada 4 November 1964 ia pernah ditangkap dan dipenjara selama 58 hari oleh Syah Reza karena dianggap perjuangannya menegakan Islam terlalu membahayakan kerajaan. Setelah bebas ia terus berusaha memperjuangkan revolusi Islam Iran hingga syahid.

Akhirnya munculah sebuah aritel di koran Ettelaat yang berisi hujatan bagi Imam Khomeini dan ulama ulama islam lain. Sontak artikel ini menuai banyak protes dari kalangan umat islam di Iran. Hingga akhirnya terjadilah demonstrasi berdarah di kota Qom, disana tentara kerajaan membantai demonstran yang menolak koran Ettelaat tersebut. Tak hanya di Qom, di kota kota lain seperti Tabriz, Isfahan, Yazd, Shiraz dan kota kota lain juga terjadi unjuk rasa yang serupa.

Pada 24 September 1978, Rumah Imam Khomeini di Najaf dikepung oleh tentara Irak setelah adanya pertemuan menlu Iran dan Irak di New York. Berita pengepungan ini akhirnya menyulut kemarahan umat islam di Irak, Iran, dan seluruh negara muslim di dunia.

Tahun 1979, Imam Khomeini mendirikan dewan Revolusi Islam, sementara Syah Reza telah kabur dari Iran sejak 16 januari 1979 karena takut oleh unjuk rasa kaum muslim di Iran. Pada pukul 09:30 tanggal 1 Februari 1979 akhirnya pesawat yang ditumpangi Imam Khomeini tiba dan banyak kaum muslim dari berbagai negara datang untuk menyambut revolusi terbesar umat islam di abad modern ini setelah 14 tahun di pengasingan.

 

Di Behest e Zahra, Imam khomeini menyampaikan pidato paling bersejarah bagi rakyat muslim di Iran. Disaat 10 hari menjelang kemenangan umat muslim atau yang lebih dikenal dengan ‘Asyratu Al Fajri, setiap hari kelompok kelompok yang datang dan menyatakan janji setia pada islam. Yang paling menghebohkan adalah pada 8 Februari 1979 dimana perwira angkatan darat dan angkatan udara menyatakan janji setia yang merupakan tanda berakhirnya kerajaan Syah Reza Pahlevi.

10 Februari 1979, Pemerintah mengumumkan keadaan darurat total dan menurunkan seluruh tank serta persenjataan lainnya untuk menumpas kaum muslim yang ingin mengadakan revolusi islam iran. Imam khomeini kemudian berpidato yang bunyi salah satu penggalan pidatonya adalah sebagai berikut :

Sesungguhnya pengumuman keadaan darurat yang diumumkan hari ini hanyalah tipu muslihat dan bertentangan dengan syariat. Oleh karena itu, hendaklah rakyat tidak mempedulikannya selamanya.

Selama 24 jam setelah pidato itu terjadilah perang bersenjata antara rakyat iran, umat muslim berbagai negara serta tentara yang telah mngucap janji setia pada khomeini melawan tentara syah reza.

Pagi harinya tanggal 11 Februari 1979 kekuasaan Syah Reza resmi berakhir. Pada 30 dan 31 Maret 1979, pemerintahan sementara Imam Khomeini meminta seluruh warga Iran yang berusia diatas 16 tahun untuk memilih dalam referendum untuk memilih apakah negara akan menggunakan sistem pemerintahan repoblik islam iran atau monarki. Hasilnya 98% rakyat memilih sistem Repoblik Islam Iran. 4 Februari 1980 Abolhasan Banisadr resmi terpilih menjadi presiden pertama Repoblik Islam Iran. Setelah revolusi, tanggal 4 November 1979 terjadilah penyadraan 444 hari di kedubes amerika karena Iran menganggap amerika membantu Syah Reza.

Revolusi yang baru saja terjadi di Iran dimanfaatkan Irak untuk melawan Iran. Selama perang Irak – Iran, dua negara besar yaitu Amerika dan Uni Soviet secara terang terangan menyatakan dukungan dan bantuannya pada Irak. demikian juga Mesir, Pakistan dan Arab Saudi, Sementara Iran hanya dibantu oleh Suriah dan Libya. Walaupun secara politik, koalisi, senjata dan jumlah pasukan Iran kalah telak namun pasukan Iran tetap dapat memenangkan perang itu dan menahan gempuran Irak dan sekutunya.

Iklan

Penguin, rudal murah tapi gak murahan

Posted on Updated on

pinguin

Rudal anti-kapal Penguin yang disebut AGM-119 oleh militer AS, adalah rudal anti-kapal berbasis pencari IR pasif Norwegia dengan jarak pendek sampai menengah, yang dirancang untuk digunakan angkatan laut. Tak heran jika misil ini biasanya menyerang bagian bagian panas dari kapal seperti bagian mesin.

Penguin pada awalnya dikembangkan dalam sebuah kolaborasi antara Norwegian Defence Research Establishment (NDRE; Norw. FFI) and Kongsberg Våpenfabrikk dimulai pada awal tahun 1960, dengan dukungan keuangan dari Amerika Serikat dan Jerman Barat.

Misil ini sebenarnya memiliki banyak pesaing seperti Kormoron ( jerman ) , Sea Skua (BAe Inggris ), Marte (Sistel Italia ), AGM-84 Harpoon ( Amerika Serikat ),RBS15F ( Swedia ),Gabriel III ( Israel ) . Walau pada awalnya dirancang untuk militer Norwegia, rudal yang pertama diluncurkan pada tahun 1972 ini dapat memukau banyak negara. Hal yang membuat banyak negara kagum dengan rudal ini bukan karena predikat Mk I sebagai rudal antikapal fire and forget pertama di wilayah Barat. Fire and forget adalah istilah rudal yang bisa mencari sendiri sasarannya tanpa perlu dibimbing awak pengendali.

AGM-119A Penguin anti-ship missile is mounted on the pylon of a Norwegian F-16A during testing of the missile_02

Selain dipakai di dalam negeri, versi Mk I juga digunakan oleh angkatan laut Turki. Pada tahun 1980, Kongsberg meluncurkan versi Mk2, yang terdiri dari dua jenis rudal yaitu: Mod 3 dan Mod 7. Mod 3 dirancang untuk digunakan di kapal patroli, sementara Mod 7 untuk helikopter. Mod 7 bisa dipasang di Bell 412EP, Westland Super Lynx, Sikorsky S-70B, dan SH-60B Seahawk.
Di bawah koordinasi AU AS muncullah Penguin Mk III. Hal yang membedakan dengan versi terdahulu adalah penjejak sasaran yang sudah digital. Lebih dari itu, Mk III hanya bisa dipanggul pesawat tempur F-16 Fighting Falcon. Pengguna rudal ini diantaranya adalah Australian, Brasil, Yunani, Norwegia, Spanyol, Swedia, Turki, Amerika dan Selandia Baru.

Harga rudal ini adalah $500.000, masih terbilang murah dibandingkan

Harpoon ( $1.1 juta ), P800 Oniks  ( $8.5 juta ), Sunburn ( $6 juta ) dan Brahmos ( $10 juta ).

Sisa Kejayaan Indonesia di Masa Soekarno

Posted on

mig-21

  Apakah anda pernah mendengar bahwa pada tahun 1960an indonesia pernah menjadi negara yang terkuat di belahan bumi selatan ? Kabarnya saat itu Indonesia memiliki persenjataan dalam jumlah yang cukup banyak dan canggih, tapi dimanakah sisa sisa kejayaan Indonesia itu. Jika anda mencari jawaban ini di internet pasti jawabannya akan standar, yaitu alutsista Indonesia kekurangan suku cadang dan terpaksa harus digrounded.

  Saya sempat browsing dan mendapatkan kutipan ini di salah satu artikel.

“Keberadaan burung besi ini masuk dalam daftar peralatan perang yang disiapkan dalam rangka kampanye Trikora. Pasalnya Belanda yang masih ngotot bercokol di Papua Barat merasa diatas angin dalam hal persiapan perang terbuka. Hawker Hunter F-6, jet tempur buatan Inggris tahun 1954 yang dimilikinya belum mampu ditandingi oleh AURI kala itu. Walaupun AURI kebanjiran peralatan perang yang tergolong canggih, tapi untuk masalah jet pencegat pesawat lawan masih belum ada. Mig-17 Fresco belum menjadi tandingan Hawker Hunternya Military Luvchvaat yang mampu melesat 1.117 km/jam, daya capai ketinggian 14.325 meter dengan jangkauan 690 kilometer”.

  Sebagai presiden pertama Indonesia, Soekarno tidak mau main main membiarkan sistem pertahanan indonesia berlubang, untuk itu ia terus membangun kekuatan militer baik yang bersifat offensive dan defensive. Untuk dapat memperkuat pertahanan, Indonesia memutuskan untuk membeli 20 pesawat MIG 21 dan 10 MIG 19. Selain kedua pesawat tersebut, Indonesia juga memiliki pesawat DH 115 Vampire, Mig 15, Mig 17 serta beberapa hasil rampasan dari Jepang dan Belanda. Walaupun Indonesia memiliki banyak varian pesawat, tapi menurut para penerbang Indonesia, MIG 21 dan MIG 19 lah yang performanya paling bagus. Pesawat buatan Biro Desain Mikoyan Gurevich ini juga yang membuat pasukan sekutu menjadi ragu untuk menginvasi Indonesia kembali. Pesawat MIG 21 ini diyakini dapat mengejar dan menghancurkan pesawat B 52 Stratofortress milik Amerika dengan mudah. Pesawat dari Skuadron 14 ini memiliki daya dorong sekitar 5.950 kg dari mesin turbojet Tumansky R-11-F 2-300 yang mampu terbang hingga ketinggian 20.000 m dan daya jelajah 1800 km. Pesawat ini dipersenjatan dengan 30 mm canon dan rudal K-13 A ( kode NATO AA2 Atol.

mig 21

  Walaupun akhirnya tidak turun langsung saat Trikora, tetapi keberadaannya membuat perang berakhir dimeja perundingan. Hal itu disebabkan, sebuah pesawat intai AU AS Lockheed U-2 Dragon Lady terbang di atas Madiun. Selama konfrontasi, sering pesawat ini sengaja diterbangkan dari Darwin ke Filipina untuk misi-misi intelijen. Dari ketinggian 70.000 kaki, teridentifikasi oleh pilot beserta kru deretan jet tempur dan pembom. Ditiliknya dengan cermat. Tak salah lagi, sang pilot yakin bahwa pesawat yang dilihatnya adalah pembom Tu-16 Badger dan MiG-21F Fishbed C (sebutan yang diberikan NATO), jet tempur penghadang (intercept) paling ditakuti barat kala itu. Sebelumnya, intelijen AS sudah mengendus kedatangan MiG-21 di Indonesia.
Hasil pengintaian ini bergegas disampaikan Amerika kepada Belanda. “Percuma melawan Indonesia, mereka punya ini.” Begitu kira-kira laporan intel AS kepada pihak Belanda sambil menyodorkan foto hasil jepretan pesawat U-2. Amerika pun sebenarnya masih gamang, mengingat F-4E Phantom yang baru dimodifikasi, masih meragukan untuk diadu berlaga melawan MiG-21.
Selain digunakan dalam kancah Trikora, tercatat pernah berpartisipasi dalam perang Dwikora, dimana Mig-21 melaksanakan tugas pengawalan terhadap pembom raksasa TU-16 Badger yang terbang melintas di perbatasan Serawak. Pernah berpapasan dengan Hawker Hunter dan HS Buccaneer-nya Inggris tapi kedua belah pihak tidak pernah mendahului melakukan tindakan provokasi.
Menurut cerita Marsda (Pur) Jahman dan Marsda (Pur) Rusman, penerbang MiG-21 AURI, ketika konfrontasi dengan Malaysia yang dikenal dengan kampanye Dwikora, Indonesia menyiagakan pembom Tu-16 dan MiG-21. Karena jangkauannya yang kecil, pesawat harus ditempatkan di Palembang dan Medan. Selama pengabdiannya di AURI, memang tidak ada pengalaman perang udara hebat yang ditinggalkan MiG-21 bagi generasi berikutnya. Selama Dwikorapun, hanya beberapa kali berpapasan dengan pesawat Hawker Hunter atau HS Buccaneer Inggris saat mengawal Tu-16.
Komodor Udara Leo Wattimena sendiri memang tidak menghendaki adanya duel udara di antara kedua belah pihak. “Kecuali ditembak,” perintah Leo. Namun begitu, dua rudal K-13A atau NATO menyebutnya AA-2 Atoll dan kanon 30 mm, tetap disiagakan.

mig_21
Dengan airborne dari Medan, pesawat terbang low level menyusuri selat Malaka. Begitu menjelang perbatasan, tower akan berteriak memberitahu ada pesawat naik dari Butterworth. “Kita langsung pull up, kabur,” jelas Jahman yang menjabat komandan Skadron 14 setelah Rusman. Saat pesawat Inggris tiba di perbatasan, MiG-21 AURI sudah terbang jauh. “Kita (MiG-21) memang tidak pernah perang. Sebagai pencegat, kita hanya menunggu lawan yang tidak pernah jelas. Itulah tugas kita, menunggu dan menunggu,” tutur Jahman yang menerbangkan MiG-21 nomor 2164.
Mig-21 F memperkuat AURI hanya sampai dengan tahun 1967. Selanjutnya pesawat hebat ini di-grounded setelah sebelumnya melakukan farewell flight terbang sebulan penuh di Lanud Kemayoran.”
Berikut adalah kutipan yang diambil dari
“Red Eagles, America’s Secret MiGs” karangan Steve Davies.

“Setelah pemerintahan mantan presiden Soekarno jatuh, yang diikuti hubungan Indonesia dan Uni Soviet yang memburuk dan pemerintahan mantan presiden Soeharto yang condong ke arah Amerika Serikat. Maka Uni Soviet kemudian menarik maintenance support untuk pesawat buatan Uni Soviet yang berada di Indonesia. Sehingga dengan “terpaksa” Indonesia mempensiunkan 30 Mig-17, 10 Mig-19 dan 20 Mig-21 yang dimilikinya diakibatkan kekurangan suku cadang.

maxresdefault
Kemudian Pemerintah Amerika Serikat dengan dalih untuk membantu mengembangkan kekuatan TNI AU maka memperbolehkan Indonesia untuk membeli peralatan militer buatan amerika serikat mulai dari T-33, UH-34D, hingga F5E/F dan OV-10. Tetapi perjanjian tersebut entah bagaimana membuat Amerika Serikat dapat membawa Mig kita ke ke Groom Lake, markas dari Red Eagles yaitu suatu skuadron yang ditugasi untuk mempelajari kelemahan dari pesawat-pesawat buatan uni soviet.
Adapun Mig yang dibawa ke amerika serikat tersebut dari 10 Mig-21F13 dengan tail number 2151,2152,2153,2155,2156,2157,2159,2162,2166,2170; 1 Mig-21U tail number 2172 dan 2 Mig-17F tail number 1184 dan 1187.” Sementara Mig-19 dijual ke Pakistan. “Saya sendiri yang mengantarkan ke Pakistan, sekalian melatih penerbangnya,” aku Rusman.
Beberapa dari pesawat Mig tersebut masih bisa dilihat di Musium Satria mandala dan ITB, beberapa kabar dari milis info militer juga menyatakan beberapa Tu-16 kita juga dibawa kesana dan sisanya discrap. Lebih menyedihkan lagi pesawat T-33 yang kita beli dari Amerika tidak dilengkapi oleh persenjataan, walaupun akhirnya bisa diakali oleh ground crew TNI AU sehingga T-33 tersebut bisa dipersenjatai dan dapat digunakan untuk operasi militer.

Analisis Perang di Suriah

Posted on Updated on

serangan-Rusia-301si16klzjd5wim5j99mo

Akhir akhir ini konflik di timur tengah seakan makin melebar dan panas. Pertarungan besar baik antara milisi dengan milisi,  milisi dengan pemerintah ataupun pemerintah dengan pemerintah. Hal yang baru baru ini membuat heboh adalah tentang  bantuan sekutu sekutu Suriah untuk melawan kelompok pemberontak. Di sini yang dimaksud sekutu suriah adalah Russia, Cina, Iran, Hizbullah, Milisi Syiah Suriah, dan pasukan pasukan lain.

Pasukan pendukung suriah ini terlihat sangat berpengaruh dalam membatu suriah melawan pemberontak, terbukti dari serangan udara russia yang sangat tepat mengenai basis pemberontak baik itu FSA, ISIS, JAN dan lain lain. Namun kegiatan russia dalam mengatasi pasukan pemberontak itu sepertinya tidak berjalan mulus. Terbukti dari banyaknya kecaman dari berbagai pihak     seperti beberapa negara NATO, Arab, Amerika, Irak, dan Israel. Tak hanya berupa ancaman saya bahkan sempat terjadi saling kunci di udara. Sebenarnya hal itu cukup wajar mengingat Arab, Amerika dan Israel memiliki kepentingan di Suriah dan mereka juga memiliki teroris didikan seperti FSA, JAN dan mungkin ISIS. Mengapa saya bisa berkata demikian ? Hal ini terbukti saat Russia mengebom basis teroris tersebut mereka seakan kebakaran jenggot dan mengancam Russia dan mengatakan bahwa merekalah yang mendanai teroris itu

Konflik di Suriah sepertinya makin lama akan makin rumit dan lebar mengingat seakan akan di Suriah menjadi medan tempur antara pasukan barat yang dipimpin Amerika dan blok timur yang dipimpin Russia. Lalu bagaimana prediksi jalannya pertempuran tersebut ? Berikut analisa saya :

Pertempuran Udara

Dassault_Rafale

 Di militer abad 21 ini tak bisa lepas dari yang namanya kemampuan perang di udara, siapa yang unggul di udara dialah yang  akan memimpin jalannya perang. Untuk kemungkinan perang di udara, sepertinya akan menjadi ajang uji coba senjata dari  berbagai negara.

Disini kemungkinan negara blok barat akan mengeluarkan sebagian besar armada udara mereka. Negara pemilik pesawat  dalam jumlah besar seperti Arab, Israel, Turki, dan Amerika dan negara NATO akan memainkan peran kunci di sini. Sementara dari pihak timur yang akan memegang peran kunci adalah Russia, Cina, Korut dan Iran.

Mari kita analisa satu persatu. Untuk pihak barat, negara seperti Amerika, Israel, Inggris dan negara Nato lain tentu memiliki jumlah armada yang kuat, modern, dan terlatih sehingga mereka adalah pemimpin blok barat di udara. Sementara untuk Arab dan Turki memang memiliki armada yang cukup besar namun kualitas penerbang mereka masih dipertanyakan.

Untuk pihak timur Russia dan Cina tentu akan menjadi tulang punggung, mereka memiliki pesawat yang modern, banyak ,skill penerbang yang sejajar dengn pihat barat. Sementara Korea Utara juga memiliki pesawat yang sangat banyak namun sebagian besar adalah pesawat tua sepert MIG 21, pesawat seperti ini tentu tidak berpengaruh kuat di pertempuran kecuali mereka mau mengupgrade menjadi sekelas MIG 21 Byson. Namun walaupun tua pesawatnya, pasukan Korea Utara terkadang nekat , bukan tidak mungkin mereka akan memakai pesawat tuanya ini untuk melakukan serangan bunuh diri yang dulu terkenal sangat akurat saat Jepang menyerang Amerika.

Di sini akan terjadi pertempuran antara pesawat F 4, F 5, F 15, F 16, F 18, F 22, F 35, Rafale, Mirage, Typhoon yang akan menghadapi pesawat seperti F 4, F 5, F 14, Mig 21, Mig 15, Mig 17, Mig 29, Mig 35, Su 27, Su 30, Su 35, T 50 ( jika sudah fix ) J 11, JF 17, J10, J 20/ J 35 ( jika cina berhasil mengembangkannya ), Hal Tejas, Saeqh dan lain lain. Dari segi teknologi mungkin barat lebih unggul tapi dari jumlah mungkin timur lebih unggul mengingat sebagian besar armada American Air Force adalah drone.

Pertempuran Laut

A still image taken from footage released by Russia's Defence Ministry on October 7, 2015, shows a Russian warship firing a rocket in the Caspian Sea. The Russian defence ministry said on Wednesday that 26 rockets fired by its warships earlier in the day had struck targets associated with Islamic State and Al-Nusra, the Interfax news agency reported. REUTERS/Ministry of Defence of the Russian Federation/Handout via Reuters TPX IMAGES OF THE DAY ATTENTION EDITORS - THIS IMAGE HAS BEEN SUPPLIED BY A THIRD PARTY. IT IS DISTRIBUTED, EXACTLY AS RECEIVED BY REUTERS, AS A SERVICE TO CLIENTS. REUTERS IS UNABLE TO INDEPENDENTLY VERIFY THE AUTHENTICITY, CONTENT, LOCATION OR DATE OF THIS IMAGE. FOR EDITORIAL USE ONLY. NOT FOR SALE FOR MARKETING OR ADVERTISING CAMPAIGNS. NO SALES. NO ARCHIVES

  Untuk pertempuran di laut mungkin tidak akan begitu besar karena notabene perang di Suriah ini adalah perang saling mempertahankan kepentingan. Baru baru ini Cina dikabarkan mengirimkan kapal induknya Liaoning ke Timur Tengah untuk membantu Russia melawan pemberontak Suriah. Selain Cina kabarnya Iran juga mengirimkan Destroyer buatan dalam negeri, Jamaran dan beberapa fregate untuk mengamankan kepentingannya. Russia juga mengirimkan beberapa kapal yang mempu membawa  misil dengan tingkat akurasi tinggi, Calibr yang kabarnya Russia telah menembajan 26 misil ini ke basis pasukan pemberontak yang jaraknya 1500 km dan semuanya tepat sasaran dengan koreksi 3 meter.

  Berbanding terbalik dengan pasukan timur yang semakin menumpuk kekuatannya, blok barat justru mengurangi armada lautnya di Timur Tengah. Kabarnya kapal induk amerika yang ada di wilayah Teluk akan dipindahkan karena masalah keuangan yang tentu ini akan mengurangi kekuatan mereka di sana.

Jikalau ada pertempuran di laut kemungkinan  besar pihak Timur yang akan menang walaupun Russia sedang ada masalah dengan ekonominya. Disini mungkin juga akan menjadi ajang pembuktinan siapa diantara Calibr dan Tomahawk yang lebih hebat dan akurat.

Pertempuran Darat

Al Quds Army

  Di darat pasukan timur akan berada sedikit diatas angin. Pasalnya pasukan timur sudah terbiasa dengan perang gerilya dan mereka sudah kenyang dengan pengalaman menginvasi atau diinvasi. Sementara di pihaka barat agak sedikit bermasalah karena pasukan barat khususnya Amerika kurang tahan terhadap cuaca gurun. Hal ini terbukti saat pasukan Amerika dan beberapa negara NATO yang kewalahan di Afganistan karena tidak tahan terhadap panas.

  Pasukan timur juga memiliki beberapa kelompok yang sudah banyak pengalaman perang seperti pasukan Hizbullah, Al Quds, Milisi Milisi Syiah, dan pasukan Chechnya. Di medan ini juga mungkin akan menjadi ajang pembuktian antara tank Merkava, Abrams, Chalanger yang akan melawan Zulfiqar, T 72, T 90, T 99 dan mungkin jika sudah mampu beroperasi T 14 Armata ( tank ini belum benar benar final ).

Di sini intelijen juga akan sangat berperan, diblok timur ada 3 negara yang memiliki intelijen kuat yaitu Amerika dengan CIA, Israel dengan Mossad, atau Inggris dengan M16 nya. Sementara di Pihak Timur ada Russia dengan FSB, Iran dengan pasukan Al Quds, atau Cina dengan kelompok peretas peretas hebat mereka.

Jika perang terbuka benar benar terjadi di Suriah kemungkinan tidak akan sampai ke perang nuklir namun perang media akan sangat dominan dimana tiap negara akan mengerahkan media masa yang dimilikinya untuk mengubah opini global. Jika dari segi militer mungkin pasukan barat akan lebih unggul tapi dari segi politik pasukan Timur yang menang karena mendukung pemerintah yang sah dan barat mendukung oposisi. Alasan ini bisa dijadikan pihak timur untuk membuat bumerang dan menjatuhkan pihak barat.

Admiral Kuznetsov, Kapal Pencabut Nyawa

Posted on Updated on

Russian aircraft carrier Admiral Kuznetsov

  Admiral Flota Sovetskogo Soyuza Kuznetsov /Адмирал флота Советского Союза Кузнецов demikian nama resmi dari kapal induk Admiral Kuznetsov. Sebenarnya Rusia lebih menyebut kapal ini sebagai kapal jelajah tapi barat menyebutnya dengan kapal induk. Rusia atau dahulu sebelum runtuh adalah Uni Soviet hanya memproduksi dua kapal induk dari kelas ini yaitu Admiral Kuznetsov dan satunya lagi adalah Varyagyang yang belum sempat dioperasikan oleh AL Soviet, tetapi oleh Ukraina langsung RRC ketika Uni Soviet runtuh. Kedua kapal induk tersebut di bangun di galangan kapal Nikolayev South Shipyard yang terletak Nikolayev, yang saat ini menjadi bagian dari negara Ukraina. Kapal bertenaga konvensional atau non nuklir ini di bangun pada tahun 1983 atau mundur satu tahun karena upacara peresmian pembangunan pada tahun 1982, dan selesai secara keseluruhan pada tahun 1985. Mulai bertugas secara penuh di AL Soviet pada tahun 1995. Yang unik dari kapal induk ini adalah penggunaan nama yang sempat berganti hingga 4 kali dari mulai Riga pada awalnya, November 1982 berubah menjadi Leonid Brezhnev, kemudian ketika Agustus 1987 di ganti menjadi Tbilisi, dan yang terakhir padaOktober 4, 1990 menjadi Admiral Flota Sovetskogo Soyuza Kuznetsov. Nama yang sangat panjang.

Admiral_Kuznetsov

Sebagai kapal induk Admiral Kuznetsov mampu membawa sekitar 26 buah Su-33, Mig 29K Fulcrum, 5 buah Su-25 UTG/UBP, 4 buah hlikopter Kamov Ka-27LD32, 18 buah Kamov Ka-27PLO, dan 2 buah Kamov Ka-27S. Kapal besar ini mampu berlayar selama 45 hari nonstop dengan jarak tempuh 7.100 km ini mampu melaju dengan kecepatan maksimum 32 knots.

SHIP_CV_Admiral_Kuznetsov_1996_lg

Rutinitas kapal ini kebanyakan hanya tur ke berbagai lautan dan juga terlibat dalam latihan perang , apalagi Rusia yang kini juga tengah masih terlibat kesulitan keuangan membuat pengoperasian kapal induk ini juga menjadi terbatas.  Admiral Kuznetsov dibina oleh Armada Utara, sejak Januari 1991. Misi selanjutnya Admiral Kuznetsov terlibat program pelatihan peningkatan kemampuan pilot angkatan laut di Pusat Pelatihan Pilot AL Nitka di Ukraina. Rencananya Admiral Kutznetsov akan tetap aktif di AL Russia minimal hingga 2030.

Apa Itu Mesin Turboprop

Posted on Updated on

Tu_95MS_143.jpgbeb2cc8e-0f08-4d6f-b1eb-f2ee726ee07cOriginal

Teknologi pesawat terus mengalami perkembangan, dimulai dari pesawat generasi awal yang menggunakan teknologi sederhana yang terus berkembang hingga saat ini, pesawat jet. pesawat mengalami banyak era seperti era peawat turboprop, turbofan dan lain lain. kali ini saya akan sedikit membahas mengenai apa itu pesawat turpoprop yang ilmunya saya dapatkan dari pameran militer di daerah saya, Kulon Progo pada sabtu 3 oktober 2015 kemarin. Tanpa berlama lama lagi ini dia penjelasannya.

mesin turboprop adalah jenis pesawat yang baling-balingnya digabungkan ke turbin melalui gigi reduksi yang mengubah RPM tinggi, torsi output yang rendah untuk RPM rendah, torsi tinggi. Baling-baling itu sendiri biasanya kecepatan yang konstan (variabel pitch) sejenis dengan yang digunakan dengan mesin pesawat yang lebih besar reciprocating.
Sejarah

Awalnya Arnold Alan Griffith telah menerbitkan sebuah makalah tentang desain turbin pada tahun 1926. Setelah bekerja di Royal Aircraft Pendirian desain turbin aksial yang dapat digunakan untuk mensuplai listrik ke poros dan baling-baling. turboprop pertama di dunia adalah Cs Jendrassik-1, dirancang oleh insinyur mekanik Hongaria György Jendrassik . Mesin ini diproduksi dan diuji di pabrik Ganz di Budapest antara 1939 dan 1942.. Ini direncanakan agar sesuai dengan pembom RMI-1 Varga X / pengintai H bermesin ganda pada tahun 1940, namun program tersebut dibatalkan. Mesin turboprop pertama Inggris Rolls-Royce Trent RB.50. Dari pengalaman mereka dengan Trent, Rolls-Royce mengembangkan Dart, yang menjadi salah satu mesin turboprop paling handal yang pernah dibangun. Dart produksi terus selama lebih dari lima puluh tahun. The Dart Vickers Viscount bertenaga adalah pesawat turboprop pertama apapun untuk masuk ke produksi dan dijual dalam jumlah besar . turboprop pesawat single mesin pertama di dunia  adalah Armstrong Siddeley Mamba bertenaga Boulton Paul Balliol, yang pertama terbang pada tanggal 24 Maret 1948.

Sementara Uni Soviet dapat membuat pembom strategis jet-powered sebanding dengan Boeing B-52 Stratofortress, Tupolev Tu-95, didukung dengan empat Kuznetsov NK-12 turboprops, dikawinkan dengan delapan baling-baling kontra-rotating (dua per nacelle) dengan kecepatan supersonik untuk mencapai kecepatan jelajah maksimum lebih dari 575 mph, lebih cepat dari kebanyakan pesawat jet generasi awal

Mesin turboprop pertama Amerika adalah General Electric XT31 yang pertama kali digunakan pada percobaan Vultee XP-81. XP-81 pertama kali terbang pada Desember 1945, pesawat pertama yang menggunakan kombinasi turboprop dan turbojet. Teknologi dari pesawat Lockheed Electra juga digunakan pada pesawat militer, seperti Orion-3 P dan C-130 Hercules.

speyer-kuznetsov-nk-12ma-ptl-engine-01
Dalam bentuk yang paling sederhana turboprop terdiri dari intake, kompresor, ruang bakar, turbin, dan mendorong nozzle. Udara ditarik ke dalam intake dan dikompresi oleh kompresor. Bahan bakar ini kemudian ditambahkan ke udara dikompresi dalam ruang bakar, di mana campuran bahan bakar-udara kemudian combusts. Pembakaran gas panas memperluas melalui turbin. Beberapa kekuatan yang dihasilkan oleh turbin digunakan untuk menggerakkan kompresor. Sisanya ditularkan melalui pengurangan gearing untuk baling-baling. perluasan lebih lanjut dari gas terjadi di nozel mendorong, dimana gas buang dengan tekanan atmosfer. Nozel mendorong menyediakan proporsi yang relatif kecil dari dorongan yang dihasilkan oleh sebuah turboprop. Berikut adalah gambar cara kerjanya :

turboprop

Mesin turboprop di indonesia biasanya banyak digunakan dalam penerbangan perintis karena bahan bakarnya yang lebih hemat dari turbofan, serta tenaganya yang tidak sebesar turbofan menjadikan cocok bagi pesawat pesawat kecil. Walaupun pesawat ini memiliki tenaga yang tidak sebesar turbofan bukan berarti pesawat ini tidak bisa dipakai di mesin pesawat besar. Memang mesin ini umumnya dipakai di pesawat subsonic kecil tapi ada juga pesawat yang memiliki mesin turboprop dengan daya lebih dari 500 kt atau 926 km/h atau 575 mph. Karena mesinnya yang hemat bahan bakar mesin ini juga dipakai di pesawat militer dan pesawat militer dengan ukuran cukup besar seperti Lockheed Martin  L-188 Electra dan pesawat pengebom Tupolev Tu-95. Pesawat angkut besar seperti A400M juga memakai mesin turboprop ( TP400 Europrop ) yang merupakan mesin turboprop terkuat setelah Kutznetsov NK-12 yang dirancang oleh biro desain Kutznetsov, Uni Soviet pada tahun 1950an.

Contoh mesin turboprop yang populer adalah mesin Rolls-Royce Dart yang dipakai pada pesawat Britih Aerospace atau BAe (dulu Hawker Siddeley) HS-748 dan Fokker F-27. Kemudian mesin Rolls-Royce Tyne yang digunakan pada pesawat jenis Transall C-160 dan BAe Vanguard.

Iran, Bangsa Pemberani berhati lembut

Posted on

Masjid-Jamkaran-Iran9315

Hari raya Nauruz, ya ini adalah hari raya yang sangat penting bagi negara Iran. Naurus atau tahun baru Nauruz jatuh setiap tanggal 1 Farfardin. Nauruz sebenarnya tradisi bangsa Persia lebih dari 2.500 tahun lalu. Pada hari-hari Nauruz, masyarakat Iran saling berkunjung ke rumah sanak keluarganya, layaknya Idul Fitri dan Idul Adha di Indonesia. Tradisi ini juga berlangsung di Afghanistan, Tajikistan, Azerbaijan, Turkmenistan, hingga Pakistan.

Pada hari Nauruz biasanya aktivitas sekolah, perkantoran dan perkuliahan di Iran diliburkan selama beberapa hari dengan tujuan agar masyarakatnya dapat saling bersilaturahmi dengan keluarganya. Puncak dari liburan Nauruz biasanya pada tanggal 13 Farfadin. Pada tanggal tersebut biasanya masyarakat Iran akan merayakannya dengan keluar rumah dan mencari tempat terbuka untuk makan bersama dan berkumpul dengan anggota keluarga.
Selain karena awal tahun baru Iran, disebut Nauruz juga karena awal masuknya musim semi. Sebab, berbeda dengan kita, Iran memiliki empat musim yang semua musimnya punya suasana tersendiri. Seperti musim dingin, waktu malam lebih panjang daripada siang hari begitupula sebaliknya.
Di sisi lain, kemajuan teknologi Iran sangat mengejutkan negera-negara musuhnya seperti Amerika, Israel, maupun Inggris. Semua ini diraih Iran setelah Revolusi Iran tahun 1979 di bawah pimpinan Ayatullah Imam Khomeini yang kini dijabat Ayatullah Ali Khamenei. Selain karena Revolusi kemajuan Iran juga akibat dari embargo Amerika dan sekutunya sehingga iran dapat menjadi negara yang lebih mandiri.
Masalah teknologi Iran, termasuk teknologi nuklirnya dalam beberapa tahun terakhir ini memang sangat populer di banyak media di dunia ini. Terlepas dari benar atau hanya propaganda media-media dunia, berita itu juga dijadikan referensi oleh sejumlah media massa Indonesia. Saking gencarnya berita tersebut, sedikit sekali atau malah bisa dikatakan tidak ada media kita yang menyorot tentang perkembangan budaya, ekonomi, pendidikan, ilmu pengetahuan seperti ilmu logika, filsafat, fikih, Alquran hingga pengetahuan pemikiran lainnya di Iran.
Terlepas dari perbedaan negeri para mullah dengan kita, satu persamaan yang patut dibanggakan adalah kita dan Iran sama-sama muslim. Bedanya, mayoritas masyarakat Iran dari total penduduknya yang berjumlah sekitar 75 juta jiwa adalah bermazhab Imamiah Istna Asyar (12 imam) atau biasa dikenal dengan Mazhab Syiah atau Mazhab Ja’fari. Selain Syiah, di negeri Salman Alfarisi ini juga cukup banyak penganut Mazhab Sunni. Selain islam di negeri Persia ini juga terdapat agama Nasrani dan Yahudi yang semuanya hidup berdampingan dengan damai.
Di Indonesia ada Maulid Nabi Mohammad SAW di Iran juga ada dan justrutidak hanya satu peringatan saja namun dua, yaitu kelahiran dan wafatnya Nabi Mohammad SAW. Di hari kelahiran dan wafatnya Rasullulah Iran selalu menjadikannya libur nasional selama beberapa hari yang selanjutnya akan digunakan untuk menggelar majelis di masjid masjid Iran, baik majelis dalam rangka maulid maupun majelis duka karena wafatnya Rasulullah.
Satu hal yang sangat berbeda dengan Indonesia , rakyat Iran dalam majelis duka sangat mudah menangis hingga bersedu-sedu ketika diceritakan tentang perjuangan dan kesedihan Rasulullah saat berdakwah hingga wafatnya. Mereka juga sangat mudah menangis ketika diceritakan syahidnya Fatimah , putri Rasulullah. Apalagi sejarah mencatat bahwa Imam Syiah yaitu Imam Ali, Hasan, Husein, dan seterusnya, kesemuanya syahid dengan cara diracun atau dibunuh. Tak hanya di Majelis duka, rakyat Iran asli juga kebanyakan akan menangis bila ada yang menceritakan sejarah perjuangan Rasullulah dan sahabatnya, jadi anda jangan coba coba membuat orang Iran menangis 😀 .
Salah satu tragedi hal yang paling ditangisi warga Iran selain wafatnya rasululah adalah pembantaian cucu kesayangan rasululah, Husein di Karbala, Irak, atau biasa dikenal dengan Asyura, oleh ribuan tentara bani Umayyah di bawah kekhalifahan Yazid bin Muawwiyah.  Untuk peringatan ini, masyarakat Iran di mana-mana menggelar majelis duka hingga pawai besar-besaran. Dalam majelis itu juga mereka mendoakan orang yang syahid. Sangat berbeda dengan apa yang ada di Indonesia, kita di Indonesia justru hanya terbiasa memperingati hari lahirnya Nabi Muhammad saw, dengan menghadirkan penceramah yang “wajib” bisa melucu. Seolah, tak lucu ya tidak laku. Seolah di Indonesia tidak tau bagaimana kerasnya perjuangan rasululah dalam menegakan agama islam. Sebagai umat islam Indonesia, kita juga harus meneladani bagaimana lembutnya hati masyarakat Iran dan bagaimana kemandirian serta perjuangan Iran demi memanjukan bangsanya.