rusia

Mengenal Lebih Dekat Tank Zulfiqar

Posted on

zolfaghar1-pic4

Tank Zulfiqar atau zolfaqor merupakan tank tempur utama Iran yang mulai diproduksi semenjak 1996. Nama Zulfiqar diambil dari nama pedang khalifah ke 4 umat Islam Sayyidina ‘Ali bin Abi Tholib. Hingga saat ini Iran telah memiliki 3 varian Zulfiqar yaitu Zulfiqar I, II dan III. Tank Zulfiqar ini diawaki oleh 3 kru yaitu komandan, penembak dan pengemudi.

Tank Zulfiqar dikonsep oleh Brigadir Jenderal Mir-Younes Masoumzadeh. Tank Zulfiqar ini menggabungkan kemampuan yang dimiliki oleh tank M48, M60 dan T 72. Prototipe pertama  dari Zulfiqar I dirancang pada tahun 1993 dan diperkenalkan kepada publik tahun 1994. Pada tahun 1997, enam prototipe telah berhasil diciptakan, diuji coba dan dipakai oleh Angkatan Darat Iran. Pada tahun yang sama, Presiden Iran Hashemi Rafsanjani resmi memproduksi secara massal tank Zulfiqar di kompleks industri Kolah Shahid Dooz. Sekitar 600 artileri, 520 tank dan 500 kendaraan lapis baja diproduksi disini.

Beautiful_Zulfiqar-1

Zulfiqar terlihat menggunakan treads dan suspensi dari desain AS , turret rendah dan meriam utama bergaya-Soviet. Terdapat enam “road wheels” di setiap sisi treads dengan “drive sprocket” terpasang di belakang belakang hull dan “track idler” di depan. Lapis bajanya merupakan komposit dan teknologi ERA juga digunakan.

Zulfiqar menggunakan pengisian amunisi otomatis yang menggunakan desain tank T 72 Soviet membuatnya hanya memerlukan tiga awak tidak seperti standar Barat yang membutuhkan empat awak. Meskipun pengisi amunisi otomatis mengurangi kebutuhan awak namun pengisian amunisi bisa dikatakan lebih lambat daripada pengisian amunisi M1 Abrams ( Zulfiqar versi awal ). Untuk senjata menggunakan meriam soothbore 125mm dan senapan mesin koaksial 7,62 mm yang dioperasikan oleh penembak disamping meriam utama ketika dibutuhkan. Disediakan juga senapan anti pesawa 12,7 mm bergaya Soviet diluar. Zulfiqar juga memiliki pelontar granat asap di sepanjang sisi turret.

zolfaghar1-pic1

Tenaga tank disuplai oleg mesin diesel 12-silinder V-46-6 Rusia yang mampu menghasilkan kekuatan 780 tenaga kuda. Mesin ini dilengkapi dengan sistem transmisi otomatis seri SPAT 1200 dengan total 6 gigi transmisi. Mesin ini  dapat membuat tank memiliki kecepatan maksimal 70 km/jam dengan jarak operasional sekitar 450 mil. Tank ini juga mempunyai tangki bahan bakar eksternal untuk meningkatkan jarak operasional dan dipasang di belakang hull.

7 Pesawat Angkut yang Cocok Untuk Indonesia

Posted on

Antonov_An_70_transport_military_airplane_sunset_sunrise_sky_1920x1200

Pesawat angkut adalah salah satu bagian penting dalam militer, dengan kehadiran pesawat angkut maka akan mempermudah dalam memobilisasi pasukan, alutsista dan lain lain. Hal itulah yang membuat pentingnya pesawat angkut, terutama bagi negara kepulauan seperti indonesia. pesawat angkut yang kuat dan memiliki daya angkut yang besar sangat cocok bagi negara kepulauan seperti indonesia. baru baru ini telah terjadi tragedi jatuhnya pesawat hercules C 130 milik TNI AU yang telah berumur lebih dari setengah abab menjadikan perlunya peremajaan pesawat angkut indonesia. Berikut akan saya paparkan beberapa pesawat angkut yang cocok untuk digunakan Indonesia.

1. Airbus A400M

A 400M

Airbus A400M dibuat oleh Airbus Military yang merupakan salah satu pesawat angkut militer turboprop tercanggih di dunia. Saat ini A400M dinegara sendiri sedang diprioritaskan untuk menggantikan pesawat Hercules C-130 dan Transall C-160. Pesawat ini juga mampu membawa muatan hingga 37 ton dengan berat maksimal untuk lepas landas 141 ton

Pesawat ini memiliki panjang 45,1 m, rentang sayap 42,4 m, tinggi 14,7 m, berat kosong 76 ton dan memiliki harga dikisaran USD 207 juta .A400 M terbang perdana pada bulan Desember 2009 dan pesawat yang pertama dikirimkan ke Angkatan Udara Perancis pada bulan Agustus 2013. Pesawat ini dapat digunakan untuk berbagai hal seperti misi mobilisasi alat-alat berat, personel, air-drop, sebagai pesawat tanker pengisi bahan bakar di udara dan untuk misi evakuasi saat terjadi bencana. Pesawat ini menggunakan empat mesin turboprof EuroProp International TP400-D6 untuk menggerakan dua buah baling balingn pada tiap sayapnya. Kecepatan jelajah maksimum pesawat ini adalah 555 km/jam dan mampu terbang hingga jarak 8.700 km

2. Ilyushin Il-76

The first ever Antarctic Ice Marathon races were held at the weekend of January 7th / 8th deep in the Antarctic Circle at 80 Degrees South. The snow and ice course followed a 26.2-mile circuit around the foothills of the Ellsworth mountains with competitors having to contend with altitude, sub-zero temperatures and strong katabatic winds blowing from the South Pole. Evgeniy Gorkov of Russia won the menÕs marathon in a time of 5:09:38 with John 0ÕRegan of Ireland second (5:16:31) and Steven Seaton (UK) third (5:39:35). The womenÕs event was won by ScotlandÕs Wendy MacKinnon in a time of 6:33:30. Richard Donovan of Ireland ran the first ever 100k on the continent, completing the distance in a time of 15:43:55.

Ilyushin Il-76 (Kode NATO: Candid) dikembangkan oleh Ilyushin Aviation Complex. Pesawat ini dapat lepas landas dengan berat maksimum 210 ton termasuk 60 ton muatannya. Pesawat ini telah digunakan oleh beberapa negara seperti Rusia, Iran, Ukraina, India dan lain lain. Pesawat kebanggaan Rusia ini memiliki panjang 46,59 m, rentang sayap 50,5 m, tinggi 14,76 m dan berat kosongnya 92,5 ton.

Ilyushin Il-76 terbang pertama kali pada Maret 1971 dan mulai digunakan oleh Angkatan Darat Uni Soviet pada bulan Juni 1974. Beberapa varian angkut militer Il-76 antara lain adalah Il-76MD, Il-76MD-90, Il-76MD-90A dan Il-76MF. Il-76 varian standar didukung oleh empat mesin turbojet D-30KP, sedangkan Il-76 versi upgrade dilengkapi dengan empat mesin turbojet PS-90A-76 yang masing-masing dapat menghasilkan daya dorong hingga 156,9 kN. Kecepatan pesawat ini bervariasi mulai dari 770 km/jam hingga 850 km/jam tergantung dari varian.

3. Antonov 124 Ruslan

Antonov 24 Ruslan

AN-124 Ruslan (Kode NATO: Condor), dikembangkan oleh perusahaan Antonov, Pesawat ini merupakan pesawat angkut militer terbesar di dunia yang berdasarkan bobot maksimal lepas landas yang mencapai 392 ton. Pesawat yang super besar ini mampu mengangkut muatan hingga 120 ton. AN-124 Ruslan terbang untuk pertama kali pada Desember 1982. Pesawat ini memiliki panjang 69,1 m, rentang sayap 73, 3 m, tinggi 20,78 m dan beratnya saat masih kosong 175 ton.
Antonov 24 Ruslam menggunakan empat mesin turbofan Ivchenko Progress D-18T sebagai dapur pacunya dan masing-masing memberikan daya dorong yang sangat besar hingga 229,85 kN. Landing gear multi-roda AN-124 menjadikan pesawat ini mampu dioperasikan di landasan pacu yang tak beraspal. Pesawat ini memiliki kecepatan jelajah 800 km/jam hingga 850 km/jam dan jangkauan 7.500 km. Pesawat ini dulu pernah digunakan Rusia untuk mengirim pesawat tempur sukhoi yang dipesan oleh Indonesia.

4. C 5M Super Galaxy

C-5-Galaxy

C-5M Super Galaxy diproduksi Lockheed Martin dan merupakan pesawat angkut militer terbesar yang digunakan oleh Angkatan Udara AS. C 5M Super Galxy adalah versi upgrade dari pesawat C-5 Galaxy dan dapat terbang dengan bobot maksimum 381 ton dengan muatan 129,2 ton di dalamnya.

sedangkan C-5M Super Galaxy mulai digunakan Amerika pada tahun 2009. C-5M memiliki panjang 75,5 m dan tinggi 19,8 m serta rentang sayap 67, 91 m. Pesawat ini memiliki 4 mesin turbofan GE CF-80C2 yang masing-masing memberikan daya dorong 225 kN. C-5M Super Galaxy dapat terbang dengan kecepatan jelajah 834 km/jam dengan jangkauan maksimum 9.723 km.

5. Kawasaki XC 2

Kawasaki XC 2

XC-2 adalah pesawat angkut militer dikembangkan oleh Kawasaki Heavy Industries untuk Angkatan Udara Pasukan Bela Diri Jepang (JASDF). Pesawat angkut taktis jarak menengah ini digunakan untuk menggantikan pesawat Kawasaki C-1 dan Hercules C-130 dalam armada JASDF. Pesawat seharga USD 120 juta ini terbang pertama kali dari pangkalan udara Gifu pada Januari 2010.Pesawat ini ditenagai oleh dua buah mesin turbofan GE CF6-80C2K1F yang memberikannya daya dorong total 532 kN. Kecepatan maksimum XC-2 adalah 890 km/jam dan jangkauan hingga 10.000 km dengan penerbangan feri.

6. Antonov AN 70

Antonov_An_70_transport_military_airplane_sunset_sunrise_sky_1920x1200

AN-70 adalah pesawat angkut militer jarak menengah yang dapat lepas landas dan mendarat di jarak pendek (STOL) yang dikembangkan oleh Antonov, Rusia. Berat maksimum AN-70 untuk dapat lepas landas adalah 130 ton dan dapat mengangkut kargo hingga 40 ton.

Prototipe AN-70 pertama kali terbang pada bulan Desember 1994, tapi pesawat ini baru mulai diproduksi pada tahun 2012 karena ada beberapa masalah dalam produksi. AN-70 didukung oleh empat mesin prop-fan Progress D-27, yang mampu memberikannya kecepatan dorong hingga 780 km/jam dan lebih hemat bahan bakar hingga 20-30% dibandingkan turbojet sekelas saat ini. Dengan muatan sebesar 20 ton, AN-70 dapat terus terbang sejauh 6.600 km dan mampu terbang hingga 8.000 km secara feri. Pesawat ini memiliki panjang 40,7 m, rentang sayang 44 m, tinggi 16,38 m dan berat kosong 66 ton. Pesawat ini terbilang cukup murah dikelasnya karena hanya seharga USD 60 juta.

7. CN 295

CN295M

Pesawat CN-295 merupakan pesawat angkut yang sudah menggunakan kokpit full glass, avionik digital dan sepenuhnya kompatibel menggunakan night vision goggles (NVG), CN-295 mampu membawa sampai dengan total 9 ton kargo atau kurang lebih 71 personel.
Pesawat ini juga mampu terbang sampai ketinggian 25 ribu kaki dengan kecepatan jelajah maksium 480 km/jam. CN 295 menggunakan 2 mesin Turboprop Pratt & Whitney Canada (PW 127G). pesawat ini juga mampu melaksanakan lepas landas dan melaksanakan pendaratan pada landasan yang pendek (STOL/ Short Take Off & Landing). Memang pesawat ini cukup kecil dan kalah dibandingkan pesawat lainnya yang telah saya sebutkan diatas namun pesawat ini memiliki keunggulan yaitu, PT DI sudah dapat membuatnya sehingga pesawat ini sedikit memiliki nilai plus di mata rakyat Indonesia.

Catatan :

1. Dalam waktu dekat ini mungkin Antonov tidak dapat melanjutkan produksi pesawatnya dikarenakan krisis yang terjadi di Ukraina

2. Sempat dikabarkan juga bahwa salah satu kadidat pengganti pesawat Hercules C 130 Indonesia adalah Boeing C 17 Globemaster III namun menurut saya hal itu tidak akan terjadi karena Boeing sudah mengatakan bahwa akan menghentikan produksi C 17 GlobeMaster III karena mahalnya biaya produksi. Jadi yang tersisa nantinya hanya pesawat bekas dan TNI serta Pemerintah Indonesia sudah mengatakan bahwa tak akan membeli pesawat bekas lagi.

Nasib Negara Amerika Ada di Tangan Rusia

Posted on

Rusia dan Amerika adalah dua kekuatan dunia yang berlainan kutub. Rusia memiliki ideologi komunis sedangkan Amerika memiliki ideologi liberal menjadikan kedua negara ini sering memanas. Kedua negara ini diyakini memiliki ribuan hulu ledak nuklir yang siap mengebom apa saja.

Bom Hiroshima memiliki daya ledak ‘hanya’ 15 kilo ton (KT) atau setara 15.000 ton TNT. Bom tersebut mampu menghilangkan 70.000 nyawa. Sementara, sebuah SS-18 dapat membawa hingga sepuluh buah hulu ledak nuklir terpisah yang masing-masing berdaya ledak sekitar 750 KT. Beberapa rudal juga dilengkapi senjata hulu ledak raksasa 20.000 KT.

Dulu, Amerika Serikat lebih unggul dari Rusia dalam hal teknologi dan jumlah rudal. Namun, pada awal 1970-an ketika SS-18 mulai siap digunakan dalam jumlah besar, Rusia mengejar ketertinggalan itu dan langkah Moskow mulai tak terbendung. Pada 1990, Moskow memiliki sekitar 40.000 stok hulu ledak nuklir, dan AS hanya memiliki 28.000 buah. Hanya dengan menggunakan 3.000 hulu ledak SS-18, Rusia dapat memusnahkan semua manusia di daratan Amerika Serikat hanya dalam waktu 30 menit.

SS-18 yang diberi nama kode Satan oleh Nato ini memiliki berat 209.000 kilogram dan panjang 31 meter. Rudal Rusia yang sangat akurat tersebut tidak hanya dapat menembus dan menghancurkan silo-silo rudal AS, yang diperkuat hingga 300 psi, tetapi silo-silonya sendiri diperkuat secara luar biasa hingga 6.000 psi. Hal itu membuat rudal-rudal tersebut tidak terkalahkan. Hebatnya, dengan ukuran seberat dan sepanjang itu, rudal ini dapat melakukan gerakan sidewinding, yakni serangkaian gerakan melengkung berbentuk S untuk menghindari pertahanan antirudal. Selain itu, peralatan elektronik mikronya bisa diperkuat sehingga dapat berfungsi bahkan ketika terkena serangan nuklir.

Menyasar Setan

SS-18 memberi ancaman eksistensial bagi Amerika Serikat, sehingga rudal ini menjadi isu fokus dalam pembicaraan tentang persenjataan di antara dua negara adidaya. AS bersedia menyingkirkan rudal strategis mereka yang ditempatkan di Eropa jika Rusia setuju mengurangi kekuatan roketnya secara signifikan. Dari peluncuran SS-18 sebanyak 308 silo pada 1991, Moskow telah mengurangi jumlahnya hingga 154 buah untuk mematuhi perjanjian START I.

BELAJAR BAHASA RUSIA

TEKNOLOGI MILITER RUSIA

START II bertujuan mengeliminasi semua rudal SS-18, namun perjanjian itu tidak diberlakukan sehingga rudal-rudal itu tetap aktif. Dari sudut pandang Rusia, penundaan tersebut jelas menguntungkan. Seiring terus memburuknya hubungan Rusia dengan AS setelah NATO berekspansi hingga mendekati perbatasan Rusia, Moskow memutuskan untuk menyiapkan senjata supernya. Sekarang, setelah romansa palsu Rusia-AS tahun 1991 lama berlalu, jelas Kremlin merasa rudal balistik antarbenua yang ditempatkan di silo yang berlapisan keras wajib dimiliki untuk menjaga wibawa negara tersebut.

Kini mendadak SS-18 kembali ramai dibicarakan karena terjebak dalam perang sanksi. Terkait sanksi Barat yang diberlakukan untuk Rusia, Moskow hendak menghentikan penjualan mesin roket pada Amerika Serikat jika mesin itu digunakan untuk tujuan militer. Beberapa anggota Kongres AS pun mengusulkan langkah yang berbahaya.

Para anggota legislatif AS menghendaki pemerintahan mereka memulai pembicaraan dengan pemerintah Ukraina untuk mengakhiri kerja sama antara Kiev dan Moskow yang telah lama terjalin terkait perawatan SS-18.

/jelas jika senjata senjata itu digunakan dapat berakibat bencana yang sangat besar di muka bumi,namun dari statistik diatas rusia jauh lebih unggul dalam bidang nuklir dibandingkan amerika

Nasib Tank Amerika Ada di Tangan Rusia

Posted on

ka 52

Tank adalah kendaraan lapis baja yang menjadi andalan bagi sebagian besar negara. Tank dapat menghancurkan berbagai target dan melindungi dirinya dari serangan musuh karena logam yang melapisi tubuh tank. Tank pada umumnya memiliki 3 atau 2 awak dengan tugasnya masing masing bahkan ada pula yang hanya memiliki satu awak. Musuh dari tank hingga saat ini adalah senjata penghancur tank seperti RPG, pesawat pengebom dan helikopter penghancur tank.

Rusia baru baru ini akan meneruskan pembuatan helikopter serang Ka52 versi marinir. “Pertama, kami sedang membangun kapal pengangkut helikopter kami sendiri. Dan kedua, sebuah helikopter marinir seperti Ka52K akan sangat dibutuhkan untuk pasukan udara kami,” kata Wakil Menteri Pertahanan Yury Borisov pada TASS.

Dua kapal pengangkut helikopter tipe Mistral yang dibuat untuk Rusia di Prancis hingga saat ini belum dikirim ke Angkatan Laut Rusia akibat memburuknya hubungan Rusia dengan Barat karena konflik Ukraina.

Seharusnya, kapal tersebut akan ditugaskan mengangkut helikopter Ka-52K “Katran” (helikopter serang terbaru versi marinir).

Rencana awalnya, Ka-52K pertama akan siap melakukan uji coba pada awal 2015, namun pengembangan helikopter ini tengah ditunda. Yury Borisov menyebutkan bahwa kondisi operasional untuk helikopter di laut sangat berbeda jauh dengan di darat, sehingga perlu perbaikan terkait material dan komponen yang dibutuhkan.

Pada desain awalnya, Katran dirancang untuk menyediakan bantuan serangan bagi Angkatan Darat. Target kunci helikopter ini adalah tank serta mesin tempur lapis baja maupun nonlapis baja. Katran juga bisa menghancurkan helikopter musuh.

Ka-52 dipersenjatai dengan senapan tembak cepat 2A42-1 kaliber 30 mm. Helikopter ini juga dilengkapi dengan sistem misil Strelets (Sagittarius) untuk rudal kendali seperti Ataka (Serang) dan Vihr-1 (Vortex), serta peluncur untuk roket tanpa kendali tipe C-8.

Fitur yang membedakan misil antitank supersonik Vihr dengan serangan laser adalah bahkan jika pilot tidak bisa melihat target, mereka tetap bisa meletuskan tembakan dengan penuh percaya diri berkat “bantuan” dari pasukan darat.

Helikopter Ka-52 juga memiliki fitur karakteristik tempur dengan performa tinggi. Mesin turbin gas tangguh VK-2500 memungkinkan helikopter ini terbang pada ketinggian lebih dari lima ribu meter.

Hover ceiling helikopter ini empat ribu meter, sehingga helikopter dapat lepas landas dan mendarat di iklim panas serta pada ketinggian yang mumpuni. Kecepatan maksimum helikopter ini mencapai 300 kilometer per jam.

Katran memiliki banyak fitur, seperti perawatan antikarat, pisau lipat, serta panel sayap. Katran juga akan dilengkapi dengan sistem senjata yang dibutuhkan untuk pertempuran Angkatan Laut.

Helikopter versi marinir ini akan mengangkut berbagai senjata baik yang terkendali maupun tanpa kendali. Ia mampu tetap siaga tempur sepanjang waktu dalam segala kondisi cuaca.

Industri militer menyebutkan, helikopter berbasis kapal Ka-52K kemungkinan akan dilengkapi dengan radar udara baru dan misil antikapal X-31 dan X-35. Fakta ini membuat Ka-52K menjadi mesin tempur yang sangat unik. Sejauh ini, peluru kendali antikapal itu hanya dapat digunakan dari Su-30 dan Mig-29K.